Digitalisasi Rumah Sakit Tak Cukup Andalkan Internet, Infrastruktur Terintegrasi Jadi Kunci
jpnn.com, JAKARTA - Transformasi digital di sektor kesehatan membuat kebutuhan teknologi rumah sakit makin kompleks.
Tak lagi sekadar membutuhkan koneksi internet cepat, rumah sakit juga dituntut memiliki jaringan yang stabil, aman, terintegrasi, serta mampu menopang berbagai layanan digital secara berkelanjutan.
Isu tersebut mengemuka dalam Go Next 2026: The Future of Healthcare Technology, forum eksekutif yang mempertemukan FiberStar dengan para pemilik, direksi, dan manajemen rumah sakit di wilayah Bogor Raya.
Kegiatan ini digelar bersama Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor Raya.
Branch Manager Jabodetabek FiberStar, Chaerul Anwar mengatakan, digitalisasi rumah sakit membutuhkan dukungan infrastruktur yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar akses internet.
“Transformasi digital di sektor kesehatan tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga infrastruktur yang terintegrasi, aman, dan dapat mendukung operasional rumah sakit secara berkelanjutan,” kata Chaerul dalam keterangannya dikutiip Senin (7/9).
Menurut dia, hampir seluruh aktivitas rumah sakit kini semakin bergantung pada sistem digital, mulai dari administrasi, komunikasi internal, layanan pasien hingga pemanfaatan berbagai aplikasi dan sistem informasi.
Kondisi tersebut membuat keandalan konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional.
Digitalisasi rumah sakit tak vukup hanya mengandalkan internet, infrastruktur terintegrasi jadi kunci
- Aksara Nusantara Bersiap Menembus Dunia Digital Global
- Teknologi Prostetik Makin Canggih, Akses Layanan Berkualitas Masih Jadi Tantangan
- Pimpin Transformasi Digital, Edward Candra Raih Penghargaan Sekda Terbaik Kategori Orchestration Leadership, ADLG Awards 2026
- Dari AI Hingga Robotik Bedah, Hospital Expo 2026 Dorong Transformasi Industri Kesehatan Indonesia
- Kinerja Keuangan Teruji, JRP Sabet Dua Penghargaan
- Ledakan di Ruko San Antonio Surabaya, 5 Orang Terluka Dilarikan ke RS
JPNN.com




