Din Syamsudin Sebut Bung Karno Tokoh yang Dikagumi Dunia
‘’Kalau saja Bung Karno masih hidup, beliau tentu tidak setuju Indonesia masuk BoP itu. Darah Bung Karno adalah kemerdekaan tanpa syarat buat Palestina sebab kemerdekaan adalah hak segala bangsa,’’ tandas doktor ilmu politik lulusan University of California, Los Angeles, (UCLA), AS itu.
Menurut Din Syamsuddin, Bung Karno tidak hanya dicatat sejarah sebagai solidarity maker, tapi ada tiga label lain yang melekat dalam dirinya.
Pertama, Bung Karno dikenal gigih mengintegrasikan wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan, khususnya keislaman.
Kedua Bung Karno dikebal pandai bergaul dengan tokoh-tokoh nasional lintas mazhab. Ketiga Bung Karno terkenal dengan konsep Tri Sakti yang selalu digadang-gadangnya.
‘’Apakah saat ini Indonesia benar-benar berjalan di bawah payung Tri Sakti? Inilah yang harus kita dialogkan. Benarkah kita benar-benar berdaulat dalam politik seperti ajaran Tri Sakti? Apakah kita benar-benar berdikari dalam ekonomi? Tak kalah penting, apakah kita cukup berkepribadian dalam budaya?’’ tegas Din Syamsuddin.
Ketua Dewan Penasihat PP Bamusi Ahmad Basarah menyambut baik ajakan Din Syamsuddin agar PP Bamusi memprakarsai dialog ormas-ormas Islam.
Ketua DPP PDI Perjuangan ini menilai, hanya lewat dialog terbuka dan jujur, gagasan besar dan positif tentang kondisi Indonesia saat ini bisa dicarikan jalan keluar.
Optimisme yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PP Bamusi, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga kini Bung Karno diakui sebagai tokoh yang dikagumi dunia internasional
- Angka Anak Muda Penganggur Tinggi, Pulung PDIP Kritisi Kebijakan Salah Timbulkan Korban
- Lawan Kemunduran Demokrasi, Pemimpin CALD Ungkit Pentingnya Liberalisme Kelas Pekerja
- Ungkit Bahaya Populisme Otoriter, Hasto PDIP Dorong Pelembagaan Partai
- Forum CALD di Yogyakarta Soroti Ancaman Populisme Global terhadap Demokrasi
- BSN Perkuat Ekosistem Muhammadiyah di Lampung
- Muhammadiyah Kenalkan Congklak dan Teknologi Kesehatan di Science Fair London
JPNN.com




