Dindik Jatim Koreksi Data soal Klaster Covid-19 selama PTM Terbatas

Dindik Jatim Koreksi Data soal Klaster Covid-19 selama PTM Terbatas
PTM Terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Wahid Wahyudi meluruskan informasi terkait data dari Kemendikbudristek yang menyebut klaster Covid-19 paling banyak penularan terjadi di Jatim.

Wahid menyebut adanya miskonsepsi terkait data tersebut.

"Jatim satu-satunya provinsi di Indonesia yang semua kabupaten/kotanya sudah zona kuning dan 66 persen sudah level satu," ujar Wahid saat dikonfirmasi, Selasa (28/9).

Wahid menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya penularan Covid-19 di sekolah-sekolah Jatim, khususnya jenjang SMA/SMK dan SLB. 

"Jadi, tidak ada klaster Covid-19 sekolah. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar," kata dia. 

Terkait pelaksanaan PTM terbatas, di Jatim sudah dimulai sejak 30 Agutsus lalu dan telah dilaksanakan 100 persen dengan total 4.136 SMA/SMK dan SLB. Baik negeri maupun swasta.

Miskonsepsi itu juga sudah diklarifikasi Kemendikbudristek melalui pers rilis Jumat (24/9). 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, PAUD, (Dikdasmen) Jumeri menyebut ada empat miskonsepsi.

Pertama 2,8 persen satuan pendidikan yang dipublikasikan sebelumnya bukanlah data klaster Covid-19, tetapi laporan adanya warga sekolah yang pernah tertular virus corona. 

"Jadi, belum tentu klaster," ucap dia. 

Kedua, data 2,8 persen didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari Kemendikbudristek. Dari data itu ada yang sudah dan belum melaksanakan PTM terbatas 

Ketiga, data tersebut bukan akumulasi dari kurun waktu sebulan terakhir. Melainkan diterima sejak Juli tahun lalu selama 14 bulan. 

Terakhir soal 15 ribu siswa dan tujuh ribu guru positif Covid-19 dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang belum terverifikasi, sehingga ditemukan kesalahan. 

"Misalnya, kesalahan inout data jumlah guru dan siswa positif Covid-19 lebih besar daripada jumlah total guru dan siswa pada satuan pendidikan tersebut," jelas Jumeri. (mcr12/jpnn) 

Yuk, Simak Juga Video ini!

Kadispendik Jatim Wahid Wahyudi menegaskan belum ditemukan adanya penularan di sekolah saat PTM terbatas terutama SMA/SMK dan SLB