Dirjen Wikan: Industri Butuh Lulusan Vokasi Siap Kerja, Bukan Ijazahnya

Dirjen Wikan: Industri Butuh Lulusan Vokasi Siap Kerja, Bukan Ijazahnya
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto. Foto tangkapan layar YouTube Ditjen Pendidikan Vokasi

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengungkapkan dukungan serta komitmen dari Pemda sangatlah penting, terutama dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan.

Dia mencontohkan kemitraan yang dibangun Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan beberapa industri, seperti PT Vale, PT Antam, dan PT Ceria yang bekerja sama dalam pembuatan program studi di kampus cabang PNUP di Kolaka.

"Ini merupakan bentuk nyata dari "memasak bersama" antara pendidikan vokasi dengan industri," kata Dirjen Wiikan pada kegiatan Gebyar Menara Vokasi 2021 di Kolaka, Selasa (7/12). 

Dari pembuatan program studi (prodi) kemudian menyusun kurikulumnya juga bersama. Dirjen Wikan menegaskan harus ditanamkan mindset bahwa yang dibutuhkan industri adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mengerjakan pekerjaan.

Bukan sekadar lulus mendapat ijazah. Sementara kita masih memiliki tantangan terkait penguatan soft skills. 

"Kalau kita terus mengejar penguasaan hard skills, dalan beberapa tahun ke depan pasti akan tertinggal," ujar Dirjen Wikan. 

Pada program Menara Vokasi, terdapat lima perguruan tinggi vokasi yang ditunjuk untuk menjadi pengampu program yang berperan sebagai penggerak di setiap wilayah.

Kelima perguruan tinggi itu, yaitu Politeknik Negeri Medan (Medan), Politeknik Negeri Bengkalis (Riau), Politeknik Negeri Banjarmasin (Banjarmasin), Politeknik eL Bajo Commodus (Labuan Bajo), dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (Kolaka). 

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menegaskan industri butuh lulusan vokasi yang siap kerja, bukan melihat ijazahnya