Diskusi di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Kabakom Qodari: Ini Anomali
jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan kronologi pembubaran kegiatan dialog antara pemerintah dan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa.
Menurut dia, insiden tersebut merupakan sebuah anomali dalam kehidupan demokrasi kampus.
Diskusi sempat berlangsung lancar selama sekitar 45 menit sebelum akhirnya dibubarkan. Dalam forum itu, hadir pula mahasiswa lain yang tidak menolak acara dan ikut berpartisipasi dalam diskusi.
“Tiba-tiba muncul sekelompok orang, mahasiswa yang membubarkan acara itu, termasuk juga dengan kata-kata yang mungkin tidak pantas. Nah, ini sebetulnya anomali,” ucap Qodari dalam keterangannya, pada Rabu (17/6).
Dia menjelaskan bahwa kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko bukanlah agenda baru.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di sejumlah perguruan tinggi dan berlangsung tanpa kendala berarti.
“Acara di UGM sendiri juga sudah disiapkan jauh-jauh hari, sudah mendapatkan izin, dan karena itu bisa diselenggarakan,” kata dia.
Qodari menuturkan masyarakat termasuk lingkungan kampus, terdiri dari beragam kelompok dengan aspirasi dan pandangan yang berbeda.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyebutkan pembubaran kegiatan dialog antara pemerintah dan mahasiswa di UGM seperti anomali
- TBS Foundation Lahirkan Talenta Hijau dan Inovasi Mahasiswa
- BPDP Tantang Mahasiswa Bikin Riset yang Mendongkrak Produktivitas Sawit, Kakao, Kelapa
- Pertamina Tingkatkan Literasi Energi Mahasiswa Lewat PYP 2026
- Magnet Beasiswa 100%, Binus University Dipadati Ribuan Calon Mahasiswa
- Wamendagri Bima Arya Ajak Mahasiswa Membangun Karakter dan Kompetensi Kepemimpinan
- Mahasiswa Akuntansi Universitas Mercu Buana Gelar Pengabdian Masyarakat di 20 Sekolah se-Jakarta Barat
JPNN.com




