Djaduk Butet

Oleh Dahlan Iskan

 Djaduk Butet
Dahlan Iskan.

Rondang tidak henti-hentinya menangis. Demikian juga Galuh.

"Kapan terakhir bertemu Djaduk?" tanya saya.

"Ketemu terakhir di video call. Dua minggu lalu," ujar Rondang --dalam bahasa Batak berarti bulan.

Dia seorang penari. Seperti kakak sulungnya yang sudah almarhumah.

Adik-adiknya seniman semua - -menurun dari ayahanda mereka: Bagong Kussudiardja.

Djaduk menjadi musisi terkemuka. Butet menjadi raja teater Indonesia. Adiknya lagi ahli di gamelan Jawa.

Namun mereka semua juga mewarisi 'bakat' sang ayah yang lain: sakit gula darah. Yang bisa merembet ke mana-mana. Termasuk ke jantung.

Apalagi Djaduk perokok berat. Lebih-lebih lagi Butet.

Akhirnya bukan hanya Butet yang kehilangan Djaduk. Juga kita semua. Bangsa seniman Indonesia. Juga istrinya. Juga lima anaknya --yang nama depan mereka istemewa semua: Presiden, Gusti, Ratu, Nyaribunyi dan Rajane.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News