Djarot PDIP Bela Pandji, Anggap Pertunjukan Mens Rea Bentuk Ekspresi Melalui Komedi
jpnn.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat menyebutkan pertunjukan Mens Rea yang digelar komika Pandji Pragiwaksono sebenarnya bentuk penyampaikan ekspresi dan refleksi melalui medium seni komedi.
Menurutnya, bentuk ekspresi seperti disampaikan Pandji sebenarnya dijamin oleh konstitusi.
Hal demikian dikatakan Djarot setelah heboh kabar Pandji yang dilaporkan ke polisi oleh beberapa pihak setelah menggelar Mens Rea.
"Dalam negara demokratis, ekspresi semacam ini adalah bagian dari percakapan publik yang sah dan dilindungi oleh konstitusi," kata dia, Jumat (9/1).
Djarot mengatakan substansi pertunjukan Mens Rea harus dipahami sebagai kritik, satire, dan pendapat personal yang disampaikan tanpa ajakan kekerasan.
"Penilaian hukum terhadap niat batin (mens rea) dalam ekspresi pendapat tidak boleh dilepaskan dari konteks, tujuan, dan dampaknya secara nyata di masyarakat," ujar dia.
Menurut Djarot, negara melalui aparatnya, memiliki kewajiban melindungi hak rakyat menyampaikan ekspresi sepanjang dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar aturan.
Djarot menuturkan kemerdekaan menyampaikan pendapat di ruang publik juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 yang menempatkan kebebasan berpendapat sebagai prasyarat bagi kehidupan demokratis.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Syaiful Hidayat menyebut Indonesia tidak boleh tergelincir menjadi negara yang mudah tersinggung.
- Vijay Prashad: Saatnya Indonesia Bangkit dengan Semangat KAA dan Sukarno
- Pengamat: Jejak Digital Ibrahim Arief & Nadiem Bisa Jadi Bukti "Mens Rea" dalam Kasus Chromebook
- JK Mengaku Bikin Jokowi Jadi Presiden, ProJo Singgung Dukungan Sukarelawan & PDIP
- Respons Aksi Sepihak AS-Israel, Hasto PDIP Sebut Posisi Indonesia di BoP Tak Relevan
- Megawati Menyerukan Reformasi PBB, Minta Hak Veto Dihapus
- Hasto PDIP Bilang Kritik Publik Era Presiden Jokowi Banyak yang Benar
JPNN.com




