Dominasi Suasana
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - Yang paling melegakan di tanggal 17 Agustus kemarin ialah terbuktinya teori bahwa bayang-bayang sering lebih menakutkan dari kenyataan: demo besar yang bisa rusuh di mana-mana terbukti tidak terjadi.
Pesan kekhawatiran dari mulut ke telinga sempat beredar lama: jangan keluar dari rumah di tanggal 17 Agustus. Tidak aman. Pun sampai sehari sebelumnya masih ada pesan bisik-bisik seperti itu.
Ketiganya yang duduk berderet, dengan Prabowo di tengah antara Jokowi dan Gibran. --YouTube Setpres
Mal-mal yang telanjur meninggikan pagar tentu yang merasa paling lega. Pengunjung mal tetap ramai sepanjang hari kemarin. Di sebuah supermarket besar saya melihat pembelanja masih banyak.
Saya beli durian: Medan campur musangking. Sampai di kasir saya diberi tahu: ada paket musangking yang menggendong durian Medan. Harganya sama.
Kasir minta izin untuk menukarnya. Tentu saya setuju. Dengan uang yang sama dapat dua.
Teman belanja saya ikut senang. Saya anjurkan: makan dulu yang Medan baru yang musangking. Ternyata yang Medan juga enak. Waktu giliran hendak makan musangking sudah keburu kenyang.
"Bisnis kian susah, Pak," ujar pengusaha di belakang saya yang juga menuju kasir.
Orang politik akan menafsirkan busana Jokowi-Gibran yang mengapit Presiden Prabowo ini dengan tafsir politik. Terlebih tidak ada SBY dan Megawati.
- Puji Pidato Prabowo di Vladivostok, Sultan: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDA di Daerah
- Forum CALD di Yogyakarta Soroti Ancaman Populisme Global terhadap Demokrasi
- Lima Miliar
- Seusai Bertemu Tangan Kanan Prabowo, 10 Forum PPPK & PPPK Paruh Waktu Batal Demo
- Bertemu Putin di Vladivostok, Prabowo: Rusia Adalah Mitra Sangat Penting
- Patriot Sejati
JPNN.com




