DPR Apresiasi Upaya Dukcapil Memperluas Digitalisasi Perlindungan Sosial
jpnn.com, BREBES - Penyaluran bantuan sosial harus didukung data penerima yang akurat dan terus diperbarui.
Sebab, kondisi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu, baik karena kehilangan pekerjaan, pindah domisili, maupun tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Rebranding Dukcapil, yang dirangkaikan dengan jemput bola verifikasi kependudukan dan sosialisasi perluasan digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Aula SMP Muhammadiyah Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (10/8).
Bagi masyarakat, terutama yang tinggal di pelosok desa, layanan jemput bola memudahkan pembaruan data tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor pelayanan.
Rebranding Dukcapil juga diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Anggota Komisi II DPR RI Wahyudin Noor Aly atau Goyud mendukung langkah tersebut.
Menurutnya, digitalisasi Perlinsos bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut keadilan sosial.
“Komisi II mendukung penuh langkah Dukcapil dalam memperluas digitalisasi perlindungan sosial. Inovasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keadilan sosial agar bantuan negara benar-benar menyentuh rakyat kecil,” katanya.
Penyaluran bantuan sosial harus didukung data penerima yang akurat dan terus diperbarui.
- Puan Minta Pemerintah Kasih Pendampingan ke Keluarga Jurnalis yang Hilang Kontak
- Komisi C DPRD DKI Minta Pemprov Evaluasi Kriteria Penetapan Desil Penerima Bansos
- Pemerintah Diminta Prioritaskan Pencarian 5 Jurnalis Hilang saat Meliput Erupsi GAK
- DPR Serap Aspirasi Kepala Desa AMJ, Dorong Koordinasi Tahapan Pilkades
- Legislator Minta BGN Benahi Sistem Keamanan MBG, Jangan Sampai Keracunan Berulang
- Pimpinan DPR Minta Korban Keracunan MBG yang Hilang Ingatan Ditangani Serius
JPNN.com




