DPR Bicara Keras soal Child Grooming, Soroti Sistem Kementerian Perempuan & Anak
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania mendesak Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) agar memperbaiki sistem perlindungan bagi perempuan dan anak.
Hal ini dilakukan demi mencegah dan memberantas kasus 'child grooming'. Hal ini juga perlu menjadi perhatian serius bagi KPPA.
Menurut Ina, kasus child grooming yang pernah menimpa aktris Aurelie Moeremans dan tengah viral saat ini memperlihatkan jika negara belum hadir melindungi perempuan-anak sehingga diperlukan perbaikan sistem perlindungan.
"Apakah negara hadir sejak awal, bukan setelah viral?" kata Ina dikutip Jumat (16/1).
Diketahui, belakangan ini ramai diberitakan mengenai pengalaman traumatis aktris sekaligus penulis Aurelie Moeremans yang pernah menjadi korban child grooming.
Aktris itu membagikan pengalamannya tersebut melalui tulisan dan buku memoar bertajuk "Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth".
Child grooming merupakan istilah untuk perbuatan manipulatif yang dilakukan orang dewasa terhadap anak atau remaja, dengan tujuan membangun kepercayaan dan mengendalikan mereka, biasanya untuk tujuan kekerasan atau eksploitasi seksual.
Lebih lanjut, Ina menyampaikan bahwa perbaikan sistem itu dapat dimulai dari penguatan regulasi dan kebijakan, pembangunan pusat layanan terpadu di daerah-daerah.
Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Didesak agar memperbaiki sistem perlindungan bagi perempuan, seiring viralnya kasus child grooming
- Ramadan di Depan Mata, Misbakhun DPR Dorong Sinergi Fiskal–Moneter Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli
- Wacana Kembali ke UU KPK Lama: Romantisme Kekuasaan Lama Atau Sinyal Politisasi Baru
- Pertamina Terus Meningkatkan Layanan Energi Kepada Masyarakat
- DPR dan Pemerintah Targetkan UU Ketenagakerjaan Baru Rampung Oktober 2026
- Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak, Doli Kurnia DPR: Saya Siap Mewakafkan Hidup Melawan Tindakan Biadab
- Ungkit Sistem Pemisahan Kekuasaan, Legislator: MKMK Tak Bisa Adili Adies
JPNN.com




