DPR Desak Edukasi Publik soal Risiko Galon Guna Ulang Tua
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menduga adanya narasi yang sengaja dibangun untuk meredam kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan galon guna ulang, khususnya yang telah melampaui batas masa pakai.
Dugaan tersebut disampaikan Novita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada akhir Juni lalu.
Menurutnya, beredar konten yang mengarahkan masyarakat agar tetap merasa aman meski menggunakan galon guna ulang yang sudah berusia tua.
"Saya melihat ada konten yang mungkin dipesan oleh salah satu perusahaan AMDK yang menyampaikan masyarakat tetap tenang meskipun galon guna ulang sudah melampaui batas pakai," ujar Novita.
Dia menilai narasi tersebut berpotensi menyesatkan publik karena dapat membuat konsumen mengabaikan risiko kesehatan yang mungkin timbul dari penggunaan galon guna ulang yang sudah tidak layak pakai.
Menurut Novita, banyak masyarakat belum mengetahui bahwa galon berbahan polikarbonat memiliki masa pakai tertentu.
Apabila digunakan melebihi batas yang dianjurkan, potensi migrasi senyawa Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum disebut dapat meningkat.
"Narasi seperti ini membahayakan. Ini alarm yang harus menjadi perhatian," kata Novita.
DPR menilai masyarakat perlu mendapat edukasi yang memadai terkait keamanan galon guna ulang tua.
- Ditanya Kehadiran SBY di Sidang Tahunan, Benny Demokrat Malah Hardik Wartawan
- Karhutla Melanda Palangkaraya, Ketua DPR: Ini Bukan Lagi Persoalan Lingkungan
- DPR & Kemendagri Perkuat Sinergi Data Kependudukan untuk Perlinsos
- Bromo Ditutup Imbas Karhutla, Ketua DPR Minta Pemerintah Asesmen Dampak Ekonomi
- Mitos Usia Galon Terbantahkan: Pakar IPB Jamin Air Guna Ulang Tetap Higienis dan Aman
- 5 Berita Terpopuler: Solusi untuk PPPK Gaji Dibiayai APBN dan Pengalihan P3K PW, Harus Konsisten, Dibuktikan
JPNN.com




