JPNN.com

DPR Khawatir Citra Bangsa Rusak di Mata Internasional

Rabu, 25 Januari 2017 – 11:42 WIB DPR Khawatir Citra Bangsa Rusak di Mata Internasional - JPNN.com

style="text-align: justify;">style="font-family: 'Arima Madurai', serif; font-size: 18px; font-weight: bold;">jpnn.com - Ketua Komisi I href='http://www.jpnn.com/tag/dpr'>DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendesak pemerintah melakukan penyelidikan sendiri terhadap kasus href='http://www.jpnn.com/tag/penyelundupan-senjata'>penyelundupan senjata yang diduga dilakukan anggota href='http://www.jpnn.com/tag/polri'>Polri di href='http://www.jpnn.com/tag/sudan'>Sudan.

style="text-align: justify;">Pasalnya, dia menduga kasus ini bakal dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra Indonesia di mata dunia.

style="text-align: justify;">”Pemerintah harus lakukan investigasi secara menyeluruh. Jangan pasrah menunggu hasil investigasi dari kepolisian href='http://www.jpnn.com/tag/sudan'>Sudan dan PBB. Karena hal itu bisa menjadi upaya pembelaan dari pihak-pihak yang memang ingin menjatuhkan citra negeri ini,” ujarnya kepada INDOPOS di Gedung href='http://www.jpnn.com/tag/dpr'>DPR RI, Jakarta, Selasa (24/1).

style="text-align: justify;">Meski begitu, selaku pimpinan komisi yang membidangi hubungan luar negeri dan pertahanan, Abdul Kharis mengaku prihatin jika tuduhan ternyata benar adanya.

style="text-align: justify;">Ia pun menekankan, hikmah yang dapat diambi dari kasus ini adalah perlu ada perbaikan dalam hal perekrutan.

style="text-align: justify;">”Perekrutan harus lebih ketat dan perlu jenjang yang panjang. Termasuk dalam perekrutan pasukan yang akan dikirim ke luar negeri. Selain itu juga perlu ada pembekalan, terutama kesiapan mental dan sanksi tegas agar kejadian serupa tak terulang lagi,” tegasnya.

style="text-align: justify;">Pandangan senada juga disampaikan Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf yang melakukan interupsi saat rapat Paripurna href='http://www.jpnn.com/tag/dpr'>DPR RI kemarin.

style="text-align: justify;">Ia menilai peristiwa tersebut mencoreng nama Bangsa Indonesia. ”Indonesia terkenal paling banyak mengirim pasukan perdamaian. Bahkan kita punya tempat latihan di Sentul yang sangat bergengsi,” kata Nurhayati.

Sumber Indopos

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...