Driver Ojol Lebih Baik Kawal Regulasi Potongan Biaya Layanan Ketimbang Nadiem
“Kalau korporasi itu sejak awal peduli pada mitranya, tidak perlu ada intervensi dari Presiden Prabowo untuk memangkas atau membatasi potongan biaya layanan yang terlalu besar itu. Intervensi presiden adalah indikator nyata bahwa ada sumbatan regulasi dan ketidakadilan sistemik yang diderita oleh driver di lapangan," tuturnya.
Oleh karena itu, Yanuar memandang aneh apabila energi komunitas driver justru teralihkan untuk mengawal kasus hukum personal Nadiem di Kementerian Pendidikan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan hajat hidup para pengemudi ojol.
Bagi Supriyadi (43), seorang pengemudi Gojek di kawasan Jakarta Selatan, riuh tuntutan hukum terhadap Nadiem terasa sangat jauh dari realitas mangkuk nasinya sehari-hari. Baginya, Nadiem adalah masa lalu yang sudah lama meninggalkan mereka demi kursi menteri, sementara beban hidup di jalanan kian hari kian mengimpit.
"Dulu waktu awal-awal Gojek berdiri, kami memang merasa dibantu. Tetapi bertahun-tahun ke sini, bonus dipangkas, potongan besar, orderan makin anyep. Kami harus narik 12 sampai 14 jam sehari cuma buat bawa uang bersih seratus ribu rupiah ke rumah," keluh Supriyadi.
Saat ditanya soal adanya rekan sesama driver yang ikut memberikan dukungan moral di pengadilan, Supriyadi menggelengkan kepala.
"Buat apa kami bela-belain datang ke sidang korupsi miliarder? Uang Chromebook itu tidak mengalir ke bensin kami. Mas Nadiem sudah punya tim pengacara hebat seharga miliaran. Yang perlu dibela itu ya nasib kita sendiri, urusan tarif, urusan perut anak-istri," tambahnya. (cuy/jpnn)
Pengamat kebijakan publik Yanuar Winarko menilai para driver Gojek lebih baik mengawal soal pemangkasan biaya layanan ketimbang Nadiem Makarim.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- KPK Panggil Dirut Millenium Solusi Abadi di Kasus Suap Muara Enim
- Dalami Korupsi Iklan Bank, KPK Periksa 5 Saksi
- Lima Miliar
- Diperiksa Sebagai Tersangka TPPU, Febrie Adriansyah Dicecar 50 Pertanyaan
- Kasus KPP Banjarmasin, KPK Geledah Perusahaan di Sektor Pertambangan
- KPK Dua Kali Periksa Vinna Ledy Sebelum Sita Mobil dan Rumah
JPNN.com




