Dunia Hari Ini: Dua Perempuan Terkait ISIS yang Pulang ke Australia Ditangkap
Pengadilan AS memutuskan menentang tarif 10 persen Trump
Pengadilan perdagangan Amerika Serikat telah memutuskan menentang tarif universal 10 persen Presiden Donald Trump, yang memberikan pukulan lain terhadap kebijakan ekonomi andalannya.
Panel hakim di Pengadilan Perdagangan Internasional AS dengan perbandingan dua banding satu memutuskan pemerintahan Trump tidak memiliki justifikasi untuk memberlakukan tarif berdasarkan undang-undang tahun 1970-an.
Trump memerintahkan tarif pada sebagian besar impor ke AS pada bulan Februari, setelah Mahkamah Agung menganggap tarif "Hari Pembebasan" yang luas tersebut melanggar hukum.
Sekelompok usaha kecil menggugat tarif baru tersebut, yang diberlakukan selama 150 hari, atau hingga bulan Juli.
Keputusan hari ini hanya berlaku untuk penggugat dalam kasus ini, sehingga tarif tersebut dapat tetap berlaku untuk importir lain hingga akhir periode 150 hari.
Hukuman mati mantan menteri pertahanan Tiongkok
Mantan menteri pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun atas tuduhan korupsi.
Hal ini dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Xinhua kemarin (07/05), yang menggarisbawahi parahnya pembersihan di militer.
Angkatan bersenjata menjadi salah satu target utama pemberantasan korupsi besar-besaran yang diperintahkan oleh Presiden Xi Jinping setelah berkuasa pada tahun 2012.
Empat perempuan dan sembilan anak yang terkait dengan ISIS kembali ke Australia pada Kamis (07/05) malam, dan setibanya di sana, dua perempuan ditangkap atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara yang ketiga ditahan atas pelanggaran terkait te
- Minat WHV Australia Meningkat, Calon Pelamar Diimbau Cicil Persiapan Jauh Hari
- Emas Jadi Sarana Favorit Koruptor, Ini Sebabnya
- Kematian Warga Australia di Bali Meninggalkan Jejak Utang dan Kebingungan
- Ketum Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini Menerima Kunjungan Presiden Imam Nasional Australia
- WN Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
- Warga Asal Indonesia Dipenjara dalam Kasus Perdagangan Seksual di Australia
JPNN.com




