Dunia Hari Ini: Ledakan di Myanmar Menewaskan Lebih Dari 45 Orang
Anda sedang membaca laporan Dunia Hari Ini edisi Senin, 1 Juni 2026, yang merangkum kejadian dunia selama 24 jam terakhir.
Laporan utama kami hadirkan dari Myanmar.
Ledakan menewaskan puluhan
Ledakan di Myanmar menewaskan 45 orang yang diduga disebabkan oleh bahan peledak yang disimpan di sebuah pertambangan, menurut petugas penyelamat dan laporan media independen.
Sekitar 70 orang lainnya terluka dalam ledakan yang terjadi sekitar tengah hari di desa Kaungtup, di kotapraja Namhkam.
Daerah yang terletak sekitar tiga kilometer selatan perbatasan Tiongkok tersebut, berada di bawah kendali Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, sebuah kelompok bersenjata etnis yang terlibat dalam pertempuran sporadis melawan pemerintah pusat Myanmar.
Seorang petugas penyelamat yang bergegas ke lokasi ledakan mengatakan kepada kantor berita Associated Press jika 46 jenazah, termasuk enam anak, ditemukan Minggu kemarin dan sudah dibawa untuk dikremasi.
Virus Ebola diduga muncul di Brasil
Otoritas kesehatan Brasil sedang memantau dua pasien yang diduga terinfeksi Ebola di Sao Paulo dan Rio de Janeiro.
Akhir pekan lalu, pemerintah Sao Paulo, mengatakan seorang pria berusia 37 tahun dari Republik Demokratik Kongo (DRC) "menunjukkan gejala seperti demam dan memenuhi definisi kasus yang dicurigai" Ebola.
Pihak berwenang di Myanmar mengatakan ledakan yang menewaskan lebih dari 45 orang kemungkinan disebabkan bahan peledak yang disimpan di sebuah gudang pertambangan
- Masyarakat Kritisi Aturan Polisi Aktif Bisa Duduki Jabatan Sipil dalam UU Polri Baru
- Dunia Hari Ini: Inggris Akan Mengumumkan Larangan Media Sosial Bagi Remaja di Bawah 16 Tahun
- Dunia Hari Ini: Timur Tengah Kembai Perang, Israel dan Iran Saling Serang
- William Yani Ungkap Praktik Kerja Paksa Myanmar di Sidang ILO Jenewa
- Warga Australia Terancam Dipenjara di Indonesia karena Urusan Vape
- Dunia Hari Ini: Ukraina Kirim Surat Kepada Rusia untuk Mengakhiri Perang
JPNN.com




