Dunia Hari Ini: Ledakan di Myanmar Menewaskan Lebih Dari 45 Orang
Meskipun tes awal tidak mendeteksi virus Ebola pada pasien tersebut, ia sedang dipantau dan diisolasi sebagai wujud tindakan pencegahan di fasilitas penyakit menular khusus.
Sementara itu, departemen kesehatan di Rio de Janeiro melaporkan sudah mengaktifkan protokol keselamatan setelah seorang pria dari Uganda menunjukkan "gejala virus seperti batuk, menggigil, dan diare."
Pusat penahanan imigrasi diduga langgar HAM
Tiga orang dilaporkan meninggal dalam sembilan bulan sejak Camp East Montana dibuka di pinggiran El Paso, Texas.
American Civil Liberties Union (ACLU) dan kelompok lain mengajukan gugatan atas nama empat orang yang saat ini ditahan di fasilitas di gurun, yang didirikan di bawah strategi deportasi massal Presiden AS Donald Trump.
Gugatan tersebut mendakwa operator kamp, US Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan lembaga induknya, US Department of Homeland Security (DHS).
ACLU mengatakan gugatan pertama terhadap fasilitas tersebut bertujuan untuk memperbaiki kondisi bagi lebih dari 2.700 tahanannya.
Seorang juru bicara DHS mengatakan klaim adanya kondisi tidak manusiawi di kamp tersebut sama sekali tidak benar.
Puluhan kuda panik berlarian akibat kembang api di Roma
Kembang api dinyalakan tanpa izin oleh seorang petugas polisi lalu lintas selama latihan parade larut malam di Roma.
Pihak berwenang di Myanmar mengatakan ledakan yang menewaskan lebih dari 45 orang kemungkinan disebabkan bahan peledak yang disimpan di sebuah gudang pertambangan
- Cabinet Couture Buka Suara Soal 'Gaya Hidup Pejabat yang Terlampau Mewah' di Indonesia
- Emas Jadi Sarana Favorit Koruptor, Ini Sebabnya
- Penjelasan Brigjen TNI Donny soal Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, 1 Prajurit Tewas
- Kematian Warga Australia di Bali Meninggalkan Jejak Utang dan Kebingungan
- Tegar Bimantoro Tanggapi Insiden Ledakan di Purwakarta, Simak
- WN Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
JPNN.com




