Kamis, 22 Agustus 2019 – 16:21 WIB

Dynaplast Tinggalkan Lantai Bursa

Selasa, 26 April 2011 – 16:42 WIB
Dynaplast Tinggalkan Lantai Bursa - JPNN.COM

JAKARTA - Tekad PT Dynaplast Tbk (DYNA) hengkang dari papan pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah bulat. Opsi penghapusan pencatatan (delisting) itu diambil, menyusul memburuknya kinerja saham perseroan. Situasi semakin memburuk setelah sejumlah investor yang tidak dapat menjual sahamnya tergolong signifikan.

"Kami sudah mematangkan rencana tersebut jauh-jauh hari. Kami telah mengundang para pemegang saham untuk menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa," tutur Tony T Hambali, Direktur Utama Dynaplast di Jakarta, Senin (25/4).

Tony mengaku optimistis rencana itu bisa direalisasikan. Di mana RUPSLB akan diselenggarakan pada 27 April. Dengan skema itu, rencana go privat bisa dieksekusi pada Juli 2011 mendatang. "Ya, harapannya begitu," tandasnya.

Dia menjelaskan, harga yang ditawarkan perusahaan pada tender offer senilai Rp 4.500 per saham, atau 20,0 persen premium dari harga perdagangan tertinggi. Atau sesuai harga dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 25 Maret 2011, yakni Rp 3.750 per saham.

Harga itu juga 0,1 persen premium dari harga perdagangan tertinggi di pasar reguler BEI selama dua tahun terakhir, sebelum tanggal iklan pemberitahuan RUPSLB di surat kabar pada 25 Maret lalu. Setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir hingga RUPSLB yang menyetujui delisting.

Ditambah lagi, premium berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun Rp 4,494 persen saham, serta 41,5 persen premium dari hasil penilaian harga wajar saham berdasarkan penilaian penilai independen yakni Rp 3.181 per saham dan 800,0 persen premium dari nilai nominal saham yakni Rp 500 per saham. "Harga yang kami tawarkan sudah sangat baik. Jadi saya rasa pemegang saham akan menyetujui rencana go privat ini," ulas Tony.

Seluruh saham akan diserap oleh PT Hambali Dina Mitra selaku pengendali atas saham Dynaplast Tbk (DYNA), dengan kepemilikan 40,09 persen. Saham-saham yang akan dibeli pada saat penawaran tender saat ini, dimiliki oleh UOB Kay Hian Pte Ltd sejumlah 27.410.000 lembar saham, atau sebesar 8,71 persen dari seluruh modal disetor dan ditempatkan perseroan. Kemudian masyarakat (masing-masing dengan dengan kepemilikan di bawah lima persen) atau sebesar 77.225.793 lembar saham, atau sebesar 24,54 persen dari seluruh modal disetor dan ditempatkan perseroan. Tony menjelaskan, jika pada RUPS atau RUPSLB itu, pemegang saham tidak menyetujui rencana tersebut, maka perseroan akan kembali mengundang pemegang saham untuk meminta persetujuan hal yang sama.

Sementara itu Eddy Sugito, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengaku pihaknya sangat sedih atas rencana delisting DYNA. Pasalnya, DYNA merupakan perusahaan dengan reputasi dan prospek bagus. "Pasti sedih-lah, ada perusahaan baik tapi memutuskan untuk delisting," imbuhnya.

Tapi, bursa memang tak bisa melarang jika DYNA memutuskan untuk delisting. Karena DYNA telah memiliki pertimbangan matang. Karena itu, bursa masih menunggu progres dari rencana DYNA delisting.

Di sisi lain, mengantisipasi fenomena itu, bursa bakal melakukan revisi peraturan tentang penghapusan pencatatan bagi efek yang terdaftar. Itu dilakukan guna meminimalisir perusahaan tercatat yang keluar dari bursa saham domestik. Pada rancangan aturan baru, akan diatur mengenai pasal-pasal yang lebih ketat dan tegas mengenai emiten yang delisting. (far)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar