Efektivitas Proyek Pengelolaan Sampah Danantara Dipertanyakan, Berpotensi Mangkrak?
jpnn.com, JAKARTA - Para kepala daerah pusing tujuh keliling menghadapi krisis sampah seiring ditutupnya 343 unit TPA di seluruh Indonesia.
Sekalipun sudah ada solusi dari DENERA (subsidiary of DANANTARA), tetapi para kepala daerah belum yakin bahwa hal itu akan menyelesaikan krisis sampah.
Mereka memerlukan dukungan yang lebih konkret, mengingat total penyerapan oleh proyek PSEL Danantara masih jauh di bawah timbulan sampah nasional yang mencapai 140.000 ton/hari.
"Tata kelola PSEL yang dilakukan saat ini lambat, ala kadar, tidak holistik dan berpotensi hanya sekadar memindahkan dari problem sampah menjadi problem pencemaran udara dan Gas Rumah Kaca," kata Chief Executive of Net Zero Waste Management Consortium Ahmad Safrudin.
Kelambanan aksi mencerminkan ketiadaan sense of crisis yang dihadapi sebagaimana dijelaskan di atas.
Menurutnya, perencanaan serta persiapan PSEL didominasi oleh orang-orang minim pengalaman dalam pengelolaan sampah.
Pengelolaan juga tidak melibatkan stakeholders kunci yang akan menjadi bagian dari rantai pengelolaan sampah untuk energi listrik.
"Dengan inisiasi, perencanaan, persiapan teknis dan financing seperti itu berpotensi menciptakan kemangkrakan PSEL di kemudian hari," penegasan Ahmad Safrudin.
Total penyerapan oleh proyek PSEL Danantara masih jauh di bawah timbulan sampah nasional yang mencapai 140.000 ton/hari
- Dorong Pengelolaan Optimal, Pertamina Dukung Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta
- Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis & Layanan Tol
- Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
- Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah, Bukti BUMN Bersaing di Pentas Global
- PLTA Batangtoru Kembangkan EBT Lengkap dengan Teknologi & Infrastruktur Mutakhir
- DMP Dorong Perubahan Berkelanjutan Masalah Sanitasi & Pengelolaan Sampah di Bogor
JPNN.com




