Efriza Sebut Pernyataan Hashim soal Kudeta Presiden Bisa Jadi Alarm Politik
Isu kudeta ini seolah menjadi kelanjutan dari dinamika politik yang memanas setelah pernyataan Saiful Mujani viral.
"Kritik Mujani dianggap beberapa pihak bernada tendensius dan seolah-olah memiliki muatan untuk menggoyang posisi Presiden Prabowo,"jelasnya.
Dia juga menjelaskan sebenarnya Presiden Prabowo sendiri dalam berbagai kesempatan telah berulang kali mengingatkan pihak-pihak yang mencoba merongrong pemerintah.
Prabowo meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu hingga Pemilu berikutnya jika ingin melakukan perubahan kepemimpinan secara konstitusional.
Pemerintah kini dituntut untuk memberikan penjelasan yang menyejukkan agar stabilitas politik tetap terjaga.
Hal ini penting agar isu-isu kudeta semacam ini tidak menimbulkan kegaduhan yang justru merugikan masyarakat luas.
"Kehati-hatian adalah kunci. Jangan sampai narasi-narasi politik seperti ini malah mengganggu fokus pemerintah dalam bekerja untuk rakyat," pungkas Efriza.(mcr8/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Peneliti senior Citra Institute, Efriza menyatakan Hashim Djojohadikusumo terkait isu kudeta presiden perlu disikapi dengan sangat hati-hati.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra
- Istana Ungkap Alasan Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia
- Menkeu Purbaya: Presiden Prabowo Usul Ambil Laba Danantara untuk Cadangan Fiskal
- Megawati Kritik MBG Langsung di Depan Prabowo: Mbok, Sesekali Ada Rendang
- Rekam Jejak Destry Damayanti hingga Diangkat Prabowo Jadi Gubernur BI
- Performa BUMN di Bawah Danantara Jadi Bukti Kinerja Positif Pemerintahan Prabowo
- Ajak Semua Pihak Mendukung Program 3 Juta Rumah, Ketum LOGIS 08: Prabowo Hadir Menjawab Kebutuhan Primer Rakyat
JPNN.com




