Ekonom Optimistis Insentif EV Bisa Mengerek Penjualan Otomotif Nasional
Selasa, 23 Juni 2026 – 12:03 WIB
Penerapan instentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) diyakini efektif mendorong pertumbuhan pasar otomotif. Ilustrasi/Foto: Ricardo/jpnn
Sementara itu, Pemerintah menyatakan menunda implementasi penyaluran insentif untuk pembelian sepeda motor listrik selama satu bulan ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penundaan dilakukan karena skema insentif masih dalam tahap kajian.
“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (22/6).
Program bantuan fiskal tersebut sebelumnya direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, Airlangga menjelaskan alasan penundaan karena pemerintah saat ini masih perlu membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut dengan matang sebelum resmi diluncurkan. (Antara/jpnn)
Penerapan instentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) diyakini efektif mendorong pertumbuhan pasar otomotif.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
BERITA TERKAIT
- Dorong UMK Naik Kelas, Hutama Karya Grup Bukukan Penjualan Positif di INACRAFT 2026
- BYD Pamer Teknologi Flash Charging di Indonesia, Isi Daya Baterai Makin Ngebut
- IWIP Perluas Hilirisasi, Prabowo Luncurkan 11 Proyek Senilai Rp180 Triliun
- Daihatsu Catat Kenaikan Penjualan 10% di Kuartal 3, Gran Max Terlaris
- Jangan Asal! Pengguna Kendaraan Listrik Perlu Tahu Ketentuan Mobil yang Akan Menyeberang
- Perkuat Bisnis Baterai EV, Geely Gelontorkan Investasi Rp1,7 Triliun
JPNN.com




