Ekonom Sebut IKN Tidak Perlu Lagi Jadi Program Prioritas Nasional
Karena itu, keputusan pemerintahan Prabowo tidak menempatkan IKN sebagai prioritas nasional tersendiri merupakan langkah yang wajar.
Bahkan secara kebijakan publik, langkah tersebut lebih mudah dipertanggungjawabkan. Presiden Prabowo harus menentukan prioritas berdasarkan persoalan paling mendesak yang dihadapi masyarakat hari ini.
"Jadi, bukan semata-mata meneruskan hierarki prioritas pemerintahan sebelumnya," ungkap dia.
Delapan prioritas RAPBN 2027 memperlihatkan arah tersebut: pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.
Menurut Achmad, hampir seluruhnya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan kapasitas produktif perekonomian.
Dalam kondisi ruang fiskal yang terbatas, pilihan semacam ini jauh lebih rasional daripada kembali menjadikan pembangunan ibu kota baru sebagai proyek utama APBN.
"Namun koreksi prioritas bukan berarti IKN harus dihentikan," kata dia.
Pembangunannya telah berjalan, aset negara telah terbentuk, infrastruktur dasar telah dibangun dan biaya yang sudah dikeluarkan terlalu besar untuk diabaikan.
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyoroti tidak disebutkannya Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam RAPBN 2027
- Nindya Karya Siap Membangun 8 Tower Hunian Bagi ASN di IKN
- Tren Buruk Berakhir, Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah Tembus 60 Persen
- Penanganan Asap Karhutla, Prabowo: Ujungnya Hanya Air Hujan
- Bawa Pesan Bahlil, Misbakhun Ajak Kader Golkar Terus Sukseskan Program Prabowo
- Temui Konstituen Penerima BSPS, Misbakhun Puji Komitmen Prabowo Sediakan Hunian Layak untuk Rakyat
- Mengaku Berkomitmen Tangani Karhutla, Prabowo: Ini Prioritas
JPNN.com




