Ekosistem Baterai EV di Karawang Beri Multiplier Effect Bagi Ekonomi Nasional
jpnn.com, KARAWANG - Ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang dinilai efektif mendorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang besar bagi Indonesia.
Indonesia tidak akan lagi bergantung pada ekspor bahan baku mineral mentah, dan beralih pada produksi baterai yang menjadi inti bagi banyak produk berteknologi tinggi khususnya kendaraan listrik.
Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development UI (RESSED UI) Ali Ahmudi menyampaikan pemerintah telah berhasil menerapkan pelarangan ekspor komoditas mineral mentah khususnya nikel, dan hal ini menjadi awal bagi penguatan industri di dalam negeri.
Saat ini, semakin banyak proyek hilirisasi nikel menjadi cell battery termasuk di Karawang, dan akan menjadi motor bagi peningkatan nilai tambah belasan kali lipat dibandingkan hanya menjual tanah atau bijih mentah.
"Efeknya sangat besar. Ada peningkatan pendapatan negara melalui PPN, terciptanya lapangan kerja dari proses pabrikasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hilirisasi ini harus ada kelanjutannya agar dampak penggandanya (multiplier effect) nyata bagi ekonomi nasional," kata Ali Ahmudi dalam keterangannya, Sabtu (17/1).
Ali menekankan langkah menuju industrialisasi memang memerlukan ketegasan regulasi, karena Indonesia tidak boleh terjebak hanya sekadar menjadi negara perakit.
"Tidak boleh tergantung kepada produk luar terus-menerus. Kalaupun ada teknologi luar, mereka harus membangun pabrik di Indonesia agar terjadi transfer teknologi. Memang akan ada kontraksi bisnis atau ekses jangka pendek, tapi dalam jangka panjang ini keharusan," jelasnya.
Bahkan, Ali berpendapat Indonesia akan mampu memiliki produk kendaraan EV yang sangat terjangkau bagi masyarakat di masa depan.
Ketua RESSED UI Ali Ahmudi menilai ekosistem baterai EV di Karawang mendorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang besar bagi Indonesia
- Pasar Timah Global Ketat, Peran Indonesia Disebut Kian Menentukan
- Safari Ramadan MIND ID Jangkau Lebih Dari 32.000 Anak
- Batam Dinilai Butuh Sistem yang Lebih Sederhana untuk Bisnis & Investasi
- Minat Pada Mobil Listrik Bekas Melonjak, ENTREV Sebut Jadi Sinyal Baik untuk Industri
- HUT ke-23, IndoCart Dorong Ekosistem 3D Printing Indonesia Jadi Inklusif
- Cerita dari Agats - Asmat, Kota Seribu Papan dan Ribuan Motor Listrik Ramah Lingkungan
JPNN.com




