Epidemi Merokok Tak Kunjung Usai, THR Dinilai Layak Dipertimbangkan
jpnn.com, JAKARTA - Upaya menekan epidemi merokok dinilai tidak cukup hanya dengan pencegahan.
Percepatan penurunan jumlah perokok dewasa juga dinilai perlu menjadi perhatian dalam kebijakan pengendalian tembakau.
Salah satu pendekatan yang kembali mendapat perhatian ialah tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan risiko tembakau.
Pendekatan tersebut mendorong perokok dewasa yang belum mampu berhenti untuk beralih dari rokok konvensional ke produk nikotin alternatif tanpa proses pembakaran.
Ruth Bonita dan Robert Beaglehole dalam jurnal The Lancet berjudul "Beyond a Smoke-Free Generation: Ending Smoking Within a Generation" menilai strategi tersebut perlu dipertimbangkan dalam upaya mengakhiri epidemi merokok.
Keduanya menyebut kebijakan pengendalian tembakau perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan bukti ilmiah mengenai produk nikotin bebas asap.
"Jika tujuannya adalah mengakhiri epidemi merokok, kebijakan pengendalian tembakau global perlu memprioritaskan percepatan transisi dari konsumsi rokok menuju produk nikotin alternatif," tulis Bonita dan Beaglehole dikutip, Rabu (2/9).
Produk alternatif yang dibahas mencakup rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, serta kantong nikotin.
Upaya menekan epidemi merokok dinilai tidak cukup hanya dengan mencegah masyarakat mulai merokok.
- Tanggapi Rencana Penyeragaman Kemasan Rokok dan Vape, Ekonom: Produk Ilegal Makin Sulit Dibendung
- Penyeragaman Bungkus Rokok Dinilai Sebagai Langkah yang Keliru
- Aturan Turunan PP 28 Tahun 2024 Dinilai Ancam Serapan Tembakau Lokal
- PR Budi Sejahtera Kantongi NPPBKC dari Bea Cukai, Siap Perkuat Industri Hasil Tembakau
- Presiden Diminta Tunda Aturan Turunan PP Kesehatan yang Dinilai Ancam Industri Tembakau
- Kesadaran Kesehatan Meningkat, Perokok Dewasa Beralih ke Produk Tembakau Alternatif
JPNN.com




