Epidemi Merokok Tak Kunjung Usai, THR Dinilai Layak Dipertimbangkan

Epidemi Merokok Tak Kunjung Usai, THR Dinilai Layak Dipertimbangkan
Ilustrasi Berhenti Merokok. Foto: Natalia Laurens/JPNN

Menurut mereka, berbagai penelitian dalam satu dekade terakhir menunjukkan produk tanpa pembakaran memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibandingkan rokok bagi perokok dewasa.

Produk tersebut juga dinilai berpotensi membantu perokok beralih dari rokok konvensional.

Namun, kebijakan THR tetap perlu diterapkan dengan mempertimbangkan bukti ilmiah dan perlindungan masyarakat.

Bonita dan Beaglehole bahkan mengingatkan potensi dampak dari pelarangan produk alternatif yang memiliki risiko lebih rendah.

"Pelarangan terhadap produk alternatif yang memiliki risiko lebih rendah berisiko membuat rokok tetap menjadi produk nikotin legal yang dominan atau mendorong permintaan ke pasar ilegal," tulis mereka.

Mantan Direktur WHO Tikki Pangestu turut menilai THR dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian tembakau.

Dia mengatakan pendekatan tersebut bukan untuk menggantikan kebijakan konvensional, melainkan melengkapinya.

"Tobacco Harm Reduction menjadi salah satu pendekatan yang masih belum dimanfaatkan secara optimal," ujar Tikki.

Upaya menekan epidemi merokok dinilai tidak cukup hanya dengan mencegah masyarakat mulai merokok.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News