Erick Thohir: FitAja! Permudah Masyarakat Menebus Obat dan Berkonsultasi

Erick Thohir: FitAja! Permudah Masyarakat Menebus Obat dan Berkonsultasi
Menteri BUMN Erick Thohir saat meluncurkan aplikasi FitAja! melalui video virtual. Foto: dok FitAja!

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama beberapa perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang layanan kesehatan (healthcare) meluncurkan SuperApp atau aplikasi bernama FitAja!.

Adapun perusahaan BUMN yang bersinergi tersebut di antaranya Mandiri Inhealth, Mandiri Capital Indonesia, Telekomunikasi Indonesia, Bio Farma, BRI Life, BNI Life, Axa Mandiri Financial Services, dan juga Pertamina Bina Medika IHC.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan aplikasi FitAja! bertujuan untuk mempermudah penggunaan layanan kesehatan melalui sarana aplikasi digital.

Kehadiran aplikasi tersebut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui satu aplikasi digital kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Semua aktivitas yang selama ini merepotkan pasien dan keluarganya, seperti menelepon dokter, mengantre, mengisi form, sampai tebus obat. Kini bisa dilakukan langsung di satu aplikasi, FitAja!" Kata Erick Thohir dalam siaran persnya, Sabtu (24/7).

Dia menambahkan peserta bisa mengakses berbagai macam kemudahan sehubungan dengan kebutuhan pemeliharaan kesehatan, baik pencegahan maupun pengobatan.

Menurut dia, aplikasi itu juga memberikan kemudahan akses konsultasi kepada peserta seperti telemedicine (chat, voice, dan video interactive), e-resep, e-klaim, info provider, pesan- antar obat, gaya hidup sehat dan ke depan masih banyak lagi fitur layanan lainnya.

"Dengan fondasi itulah maka Kementerian BUMN dan juga Mandiri Inhealth bersama BUMN lainnya mengambil peran aktif dalam penyediaan fasilitas aplikasi FitAja! yang menjadi jawaban dari pelaksanaan kebijakan tersebut," kata dia.

BUMN meluncurkan aplikasi FitAja! untuk mempermudah masyarakat menebus obat hingga konsultasi dokter.