Erupsi Gunung Semeru: 39 Orang Meninggal Dunia, 13 Warga Masih Hilang

Erupsi Gunung Semeru: 39 Orang Meninggal Dunia, 13 Warga Masih Hilang
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Foto: Ridho Abdullah/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tim SAR gabungan terus berjibaku melakukan pencarian warga korban erupsi Gunung Semeru yang dinyatakan masih hilang.

Data yang dirilis Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari per hari ini, Kamis (9/12), korban meninggal dunia tercatat 39 orang dan 13 orang hilang.

Petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal.

"Sementara mereka yang hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu 6 hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan," ucap Muhari.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru meningkat. Pada Rabu (8/12), tercatat jumlah pengungsi mencapai 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.

Posko terus memutakhirkan data warga terdampak maupun warga yang mengungsi di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar.

Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang, sedangkan di Kecamatan Pasirian 983 orang, Pronojiwo 525, Tempeh 554, Sumbersuko 302, Lumajang 271.

Kemudian, di Pasrujambe 212, Sukodono 204, Kunir 127, Tekung 67, Senduro 66, Padang 62, Jatiroto 59, Kedungjajang 50, Klakah 45, Yosowilangun 40, Rowokangkung 37, Ranuyoso 26, Randuagung 24, Tempursari 23 dan Gucialit 14.

Tim SAT gabungan masih berjibaku mencari 13 warga yang masih hilang akbiat erupsi Gunung Semeru. Korban meninggal tercatat 39 orang.