Senin, 27 Mei 2019 – 08:10 WIB

Esensi Kebijakan Pangan Era Amran: Menyayangi Petani

Oleh: Dr. Ketut Kariyasa, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementan

Selasa, 29 Mei 2018 – 16:28 WIB
Esensi Kebijakan Pangan Era Amran: Menyayangi Petani - JPNN.COM

Pencapaian peningkatan produksi juga diikuti dengan meningkatnya kesejahateraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) yaitu NTP tahun 2016 mencapai 101,65 meningkat 0,06% dibandingkan NTP 2015 yang sebesar 101,59.

NTUP rata-rata nasional tahun 2016 juga berada di posisi tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Tahun 2016 NTUP mencapai 109,86 atau naik 2,3% dibandingkan tahun 2015.

Tak heran, capaian-capaian tersebut pun telah membawa Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan pangan yakni tidak impor beras, bawang, dan cabai. Sementara impor jagung turun secara signifikan mencapai 62% (2016) dan belum ada impor di tahun 2017.

Selain berhasil menekan impor, Indonesia kini telah melakukan ekspor, seperti beras ke Papua Nugini dan Srilanka. Indonesia juga ekspor jagung ke Malaysia dan Timor Leste, serta bawang merah juga sudah ekspor ke Vietnam, Filipina, Timor Leste dan Singapura.

Harus dicatat juga, produksi pertanian 2017 Rp 1.344 T naik Rp 350 T dari 2013, invetasi pertanian 2017 Rp 45.9T naik 14% pertahun sejak 2013 dan nilai ekspor 2017 Rp 441T naik 24% dari 2016.

Dulu impor jagung 3.5 juta ton setara Rp 10T, kini menjadi negara eksportir jagung. Dan sejak 2016 tidak impor cabai segar

Demikian juga di 2014 impor bawang merah 72 ribu ton, tapi di 2017 Kementan berhasil membalikan menjadi ekspor 7.750 ton ke 6 negara. Kini pun sudah ekspor telur, daging ayam olahan, edamame, sayuran dan buah.

Hebatnya lagi, program pangan pun berhasil menurunkan kemiskinan penduduk desa 2017 sebesar 4.7% dari 2015

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar