Rabu, 19 September 2018 – 11:59 WIB

Evakuasi Ke-12 Remaja Di Gua Thailand Resmi Dilakukan

Minggu, 08 Juli 2018 – 16:00 WIB
Evakuasi Ke-12 Remaja Di Gua Thailand Resmi Dilakukan - JPNN.COM

Misi untuk mengevakuasi 12 anak laki-laki yang terperangkap dan pelatih sepak bola mereka dari situs di dalam gua Tham Luang Nang Non secara resmi telah dimulai dengan 18 penyelam dan lima Navy SEAL dikirim untuk menyelamatkan kelompok tersebut. 

Operasi penyelamatan yang berani dimulai sejak pukul 10.00 waktu setempat  setelah sejumlah ambulans sebelumnya telah tiba di lokasi dan daerah di sekitar kompleks gua Tham Luang disterilkan.

Kepala misi penyelamatan dan Gubernur Provinsi Chiang Rai Narongsak Osottanakorn mengatakan kepada media dalam konferensi pers, kelompok tercepat yang dapat dikeluarkan dari dalam gue adalah pada jam 9:00 malam (12:00 AM AEST) tetapi anggota tim yang terperangkap "sudah sangat siap" untuk dikeluarkan dari gua.

Tigabelas orang penyelam asing, lima penyelam Thailand, dan lima Navy SEAL telah dikirim untuk mengambil kelompok itu.

"Hari ini kami berada pada tingkat kesiapan tertinggi," kata Osottanakorn.

"Hari ini adalah hari-H."

Masing-masing dari anak laki-laki itu akan didampingi dua penyelam yang akan membantu mereka menavigasi lorong-lorong gelap dan padat yang dipenuhi dengan air berlumpur dan arus kuat, serta udara yang menguras oksigen.

Seorang mantan angkatan laut Thailand pingsan saat melakukan penyelaman pada hari Jumat (6/7/2018) dan akhirnya meninggal.

Wakil Komandan Angkatan Darat Daerah Ketiga, Supachoke Thawatpeerachai mengatakan operasi untuk mengeluarkan ke-13 orang ini bisa memakan waktu tiga hingga empat hari, tetapi lamanya operasi sangat "tergantung pada cuaca".

Kepala misi penyelamatan dan Gubernur Provinsi Chiang Rai Narongsak Osottanakorn mengatakan akan memakan waktu berjam-jam sebelum anak pertama muncul dari gua tersebut.

Penyelamatan itu dimulai ketika awan hujan yang gelap mulai menyelimuti pegunungan di utara Thailand.

Tiga belas orang tim medis yang bekerja penuh telah ditempatkan di luar gua - satu untuk masing-masing dari 12 anak laki-laki dan pelatih mereka yang terperangkap di dalam.

Masing-masing dari ke-13 tim medis ini memiliki helikopter dan ambulans sendiri, serta setidaknya satu dokter, dua perawat dan paramedis.

Staf medis yang terlibat dalam misi penyelamatan ini mengatakan penilaian pertama mereka akan difokuskan pada pernapasan anak-anak, tanda-tanda hipotermia dan infeksi paru-paru udara yang dikenal sebagai penyakit gua yang disebabkan oleh kelelawar dan kotoran burung dan dapat berakibat fatal jika tidak diobati dan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.

Setelah penilaian awal, kelompok itu akan dilarikan dengan ambulans ke landasan darurat dan diterbangkan ke rumah sakit Chang Rai sekitar 70 km jauhnya, Mayor Jenderal Pramote Imwattana dari Departemen Medis Angkatan Darat mengatakan.

"Butuh 10 menit untuk mengevakuasi mereka dari tenda medis lapangan kami ke helipad dan sekitar 15 menit di terbangkan ke rumah sakit," katanya.

Hujan deras menghantam Thailand utara sepanjang malam, hal itu memperburuk kondisi didalam gua di mana para penyelamat sedang ‘berperang’ dengan air dan waktu.

"Tampaknya akan turun hujan lebat pada sekitar tengah hari waktu setempat dan kemudian akan berlanjut untuk sebagian besar sore dan berpotensi menjadi besok," kata koresponden ABC Anne Barker kepada ABC News.

"Begitu hujan deras akan melanda, itu akan selalu menjadi faktor penentu.

"Mereka tahu begitu hujan musim hujan mulai mengalir kembali ke dalam gua, tingkat air akan naik tidak peduli seberapa keras mereka memompa semua air keluar, yang telah mereka lakukan terus menerus selama dua minggu sekarang.

"Jadi mereka harus memanfaatkan level air yang serendah mungkin, seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir."

Dengan kadar oksigen yang terus menurun dan perkiraan hujan, sedikit waktu yang tersedia untuk mengajari anak-anak – dengan usia termuda 11 tahun dan tidak memiliki kemampuan renang terlalu baik - untuk melakukan penyelaman.

Ahli penyelamatan gua berpengalaman mempertimbangkan melarikan diri di bawah air sebagai upaya terakhir, terutama dengan orang-orang yang tidak terlatih dalam menyelam, sebagaimana anak-anak lelaki.

Jalan keluarnya dianggap sangat rumit karena berkelok-kelok dan belokan curam di lorong-lorong sempit yang dibanjiri air.

Namun gubernur yang mengawasi misi ini mengatakan sebelumnya bahwa curah hujan yang berkurang dan tingkat air yang menurun selama beberapa hari terakhir telah menciptakan kondisi optimal untuk melakukan evakuasi di bawah air yang tidak akan bertahan jika hujan turun lagi.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar