Evaluasi Program Prioritas Diperketat, Purbaya Pastikan Tak Ada Celah Penyelewengan
Dalam setiap pembahasan kebijakan strategis di tingkat kabinet, Kementerian Keuangan selalu menyertakan analisis mengenai risiko fiskal.
Hal ini menjadi bahan pertimbangan utama bagi Presiden sebelum mengambil sebuah keputusan.
Menkeu menjelaskan seluruh keputusan pemerintah telah melalui mekanisme pembahasan mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial, hingga kemampuan fiskal negara.
Selain fokus pada program prioritas, Menkeu memastikan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus berjalan.
Salah satu fokus utamanya, pemberantasan praktik penyimpangan, terutama di sektor perpajakan dan kepabeanan.
Purbaya menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran.
Berbagai langkah pembenahan, seperti penguatan pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan wewenang, terus dilakukan demi menjaga integritas institusi dan memperkuat penerimaan negara.
"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi, yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki agar semakin bersih," ujar Menkeu. (rom/jpnn)
Purbaya menyatakan pemerintah terus melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap program prioritas pemerintah, termasuk MBG dan Kopdes Merah Putih.
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah
- Awalnya Berjanji B to B, Pakar Pertanyakan Pengalihan Beban Utang Whoosh ke APBN
- Mengenal Pembukaan Rekening Massal, Program Peningkatan Inklusi Keuangan
- Purbaya Tepis Isu Jual Beli Jabatan Rp100 Miliar di Kemenkeu
- Purbaya Sebut Program Pembukaan Rekening Massal Tidak pada 2026
- Purbaya Rombak 50 Pegawai Eselon III Kemenkeu, Ada Apa?
- Penerimaan Pajak Tumbuh 23,7% Per Juli 2026, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah
JPNN.com




