Fakta-Fakta Mencekam Bentrok TNI dengan Brimob
jpnn.com, DENPASAR - Prajurit TNI Kodim 1630/Manggarai Barat terlibat bentrokan dengan anggota Brimob di Labuan Bajo, NTT.
Kodam IX/Udayana mengungkap kronologi bentrokan dipicu oleh aksi pengeroyokan terhadap prajurit TNI di sebuah acara syukuran.
Insiden itu menyebabkan seorang anggota Brimob tertikam.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa bermula saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat, yakni Pratu I.B, Pratu I.W, dan Pratu F.R menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda J.G di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu (10/6) malam.
"Ketiga anggota TNI tersebut hadir sebagai tamu undangan dan diterima baik oleh tuan rumah. Namun, dalam perjalanan acara, terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi," kata Kolonel Inf Amrizal dalam keterangannya di Denpasar, Sabtu.
Berikut fakta-fakta bentrok TNI dengan anggota Brimob:
1. Dua Prajurit TNI Dikeroyok
Kapendam Udayana Kolonel Inf Amrizal menjelaskan sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 anggota Brimob disebut kembali mendatangi lokasi acara.
Prajurit TNI terlibat bentrok dengan anggota Brimob. Semua berawal di sebuah acara syukuran.
- IISAR 2026 Hadirkan Inovasi dari 28 Negara, Dorong Penguatan Operasi SAR Nasional
- Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
- Polemik Polri-Jampidsus-TNI, Istana Beri Tanggapan Begini
- AJI & LBH Pers Kecam Perampasan Ponsel Jurnalis oleh TNI
- Nilai Terjadi Kekacauan Hukum, YLBHI Desak Prabowo Cabut Perpres 66 Tahun 2025
- Amnesty: Pengerahan Tentara di Kasus Jampidsus Cederai Supremasi Sipil
JPNN.com




