JPNN.com

Festival Makan Anjing di Tiongkok Dikecam

Minggu, 12 Juni 2016 – 10:28 WIB
Festival Makan Anjing di Tiongkok Dikecam - JPNN.com
Salah satu poster kampanye menolak Festival Yulin. Foto: Humane Society International

BEIJING – Kelompok penyayang binatang Tiongkok berusaha menghentikan Festival Yulin. Pasalnya, festival ini digelar untuk merayakan berbagai kuliner berbahan daging anjing.

Festival tahunan yang kali pertama muncul pada 2009 itu biasanya berlangsung pada 21–30 Juni. Tahun ini para aktivis pejuang hak-hak binatang dan komunitas penyayang binatang menuntut pemerintah melarang penyelenggaraan festival tersebut.

’’Ini bukan festival, tapi mimpi buruk,’’ ujar Humane Society International, salah satu organisasi penyayang binatang Tiongkok, kepada Reuters kemarin (11/6). 

Sebanyak 24 aktivis yang mewakili komunitas penyayang binatang di seluruh penjuru Negeri Panda itu memasukkan petisi kepada pemerintah setempat. Mereka berharap pemerintah pusat segera bertindak dan melarang festival tersebut.

Berbekal petisi yang ditandatangani 11 juta orang, para aktivis itu menyampaikan gugatan secara resmi ke Kantor Pemerintah Kota Yulin. Sebagian aktivis itu membawa serta anjing peliharaan mereka. Beberapa yang lain mengusung spanduk besar bergambar anjing di balik kerangkeng besi. Ada tulisan berbunyi ’’Saya bukan makan malam Anda’’ dalam gambar tersebut.

Setiap tahun ada ribuan anjing yang disembelih dalam Festival Yulin. Anjing-anjing itu harus mati karena dagingnya bakal diolah menjadi berbagai macam menu masakan. 

’’Daging anjing sangat baik untuk kesehatan,’’ kata salah seorang penggemar daging anjing. Bagi mereka, mengonsumsi daging anjing sama saja dengan mengonsumsi daging binatang yang lain.

Kebiasaan makan daging anjing tersebut ada di Tiongkok sejak sekitar 400 tahun lalu. Konon, mengonsumsi daging anjing bisa mengusir panas. Maka, festival itu selalu digelar menjelang musim panas. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil