FGD di UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan RI

FGD di UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia –Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/4).Foto: Dokumentasi Kemenko Perekonomian

Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Sejumlah perjanjian telah berhasil diselesaikan, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Palestina, Chile, Australia, Mozambik, Korea, Iran, Peru, Kanada, dan Tunisia. 

Sementara itu, sejumlah perundingan lainnya masih terus berlangsung, termasuk dengan MERCOSUR, kawasan Teluk (Gulf countries), serta Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka,  Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan, yang seluruhnya menunjukkan komitmen untuk  menyelesaikan proses tersebut dalam waktu dekat.

Terkait hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, Menko Airlangga menyampaikan AS memiliki posisi yang secara konsisten menjadi penyumbang  surplus perdagangan tertinggi sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar bagi Indonesia. 

“Selanjutnya dengan Amerika. Kenapa Amerika penting? Karena sebetulnya neraca dagang yang positif tertinggi itu dengan Amerika. Amerika mengimpor produk manufaktur Indonesia. Minyak sawit, elektronik, sepatu, tekstil, furniture, dan yang lain. Itu yang membedakan Amerika dengan negara lain,” ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam negosiasi perdagangan  dengan Amerika Serikat yang berlangsung secara intensif sejak April 2025 hingga awal 2026.

Rangkaian pertemuan bilateral menghasilkan penurunan tarif terhadap sejumlah  produk Indonesia, termasuk penyesuaian tarif dari sebelumnya 32 persen menjadi sekitar 19 persen untuk komoditas tertentu, serta peluang pembebasan tarif (0 persen) bagi 1.819 produk terpilih. 

Kebijakan ini memberikan perlindungan sekaligus dorongan kuat bagi industri padat karya dalam negeri yang menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja.

Menko Airlangga hadir dalam FGD The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia –Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Rabu (15/4)

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News