FGD di UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan RI

FGD di UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia –Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/4).Foto: Dokumentasi Kemenko Perekonomian

Selain itu, kerja sama ekonomi bilateral dengan AS semakin diperkuat di berbagai sektor strategis, termasuk pangan, industri, energi, dan teknologi, serta mendorong penguatan kerja sama pada bidang ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta penyelesaian hambatan non-tarif.

Menko Airlangga juga menambahkan Indonesia memiliki posisi yang strategis dan high profile di tingkat internasional.

Peran aktif Indonesia dalam mendorong stabilitas, perdamaian, dan kerja sama internasional turut memperkuat posisi kepemimpinan Indonesia di mata dunia.

Dalam berbagai forum global, Indonesia dipandang sebagai mitra yang memiliki pengaruh dan kredibilitas, sehingga sering menjadi prioritas dalam proses dialog  maupun perundingan strategis.

“Nah ini mungkin yang mempermudah untuk kita menyelesaikan seluruh perundingan. Kalau Indonesia tidak high profile, Indonesia tidak menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, Indonesia kan sebetulnya positif neraca perdagangan dengan Amerika USD20 miliar, namun Indonesia tetap menjadi prioritas,” kata Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa putusan Mahkamah Agung AS tidak membatalkan perjanjian dengan Indonesia, karena klausul perjanjian telah memenuhi proses hukum di masing-masing negara.

Namun demikian, dengan adanya putusan Mahkamah Agung AS, pemerintah AS saat ini memerlukan dasar hukum tambahan di luar Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan AS, sehingga meluncurkan Investigasi Section 301 terkait dugaan dumping dan isu lainnya, dengan fokus pada excess capacity dan forced labor, dimana Indonesia turut masuk dalam proses penyelidikan.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan respons yang akan disampaikan pada 15 April 2026.

Menko Airlangga hadir dalam FGD The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia –Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Rabu (15/4)

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News