Fomo Mobil Listrik: Apakah Cocok untuk Pembeli Kendaraan Pertama?
jpnn.com, JAKARTA - Mobil saat ini bukan sekadar alat transportasi saja, tetapi juga sebagai aset berhargga.
Pandangan itu karakter unik dalam pola pikir dan perilaku saat membeli mobil.
Konsumen Indonesia cenderung melihat mobil sebagai sebuah investasi jangka panjang.
Sehingga tidak jarang, keputusan untuk membeli mobil lebih dipengaruhi oleh nilai jual kembali (resale value) daripada efisiensi bahan bakar atau teknologi.
Berbeda dengan konsumen di negara maju yang mulai melihat mobil sebagai beban (liability) karena depresiasi nilai dan biaya perawatan.
Meskipun pemahaman mobil mengalami depresiasi masih belum merata, keyakinan membeli kendaraan adalah aset yang bisa dijual kembali saat dibutuhkan menjadikan kendaraan roda empat tetap menjadi pilihan utama keluarga Indonesia.
Fomo Mobil Listrik, Bagaimana Konsumen Pembeli Mobil Pertama Menyikapinya?
Dalam beberapa tahun belakangan, tren mobil listrik di Indonesia memicu fenomena FOMO (Fear of Missing Out).
Fomo Mobil Listrik, Bagaimana Konsumen Pembeli Mobil Pertama Menyikapinya? simak selengkapnya di sini.
- PSG dan Manchester City Kompak Percaya BYD, Ada Proyek Besar yang Sedang Berjalan
- Pemilik Mobil Listrik GAC Aion Ini Mengeluh, Baterai Bengkak dan Bocor
- Ratusan Ribu SUV Ford Terdampak Recall
- Suzuki Siap Rilis Mobil Listrik Mungil, Dimensinya Lebih Kecil dari BYD Atto 1
- Provinsi di China Segera Hentikan Penjualan Mobil Bensin
- Aion UT Terbaru Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Ini Pembaruannya
JPNN.com




