Format Baru Indonesia Open Jadi Sorotan, PBSI Ungkap Konsekuensinya
jpnn.com - PBSI menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang menerapkan format baru turnamen, termasuk pada ajang Indonesia Open.
Perubahan ini akan membuat Indonesia Open digelar dengan durasi lebih panjang.
Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto menilai kebijakan tersebut sejalan dengan visi global BWF dalam mengembangkan kualitas dan daya saing turnamen bulu tangkis.
"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang," ucap Bambang.
Meski menuntut kesiapan ekstra, PBSI melihat format baru ini sebagai langkah strategis jangka panjang.
Indonesia Open diharapkan tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu turnamen paling bergengsi di kalender BWF.
"Namun, PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF."
Dari sisi teknis pertandingan, Bambang menyebut format baru memberi keuntungan bagi atlet.
Indonesia Open tampil dengan wajah baru. PBSI bicara soal konsekuensi, peluang, dan arah besar bulu tangkis dunia.
- Indonesia Open 2026: Raymond/Joaquin Gagal Penuhi Harapan Fan Tuan Rumah
- Hasil Indonesia Open 2026: Puasa Prestasi Tuan Rumah Berlanjut, Jepang Bawa 2 Gelar
- Jadwal & Live Streaming Final Indonesia Open 2026 Super 1000
- Indonesia Open 2026: Jonatan Christie Buka Jalan Akhiri Kutukan 14 Tahun
- Indonesia Open 2026: Begini Kiat Chen Yu Fei tak Pernah Kendur di Tengah Jadwal Padat
- An Seyoung Butuh Dukungan Publik Istora untuk Pertahankan Gelar Juara Indonesia Open
JPNN.com




