Fortifikasi Beras Jadi Investasi Strategis Atasi Anemia & Kekurangan Gizi Mikro

Fortifikasi Beras Jadi Investasi Strategis Atasi Anemia & Kekurangan Gizi Mikro
Direktur Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI), Dra Nina Sardjunani MA,saat menjadi pembicara kunci dalam Millers for Nutrition: Advancing Fortified Rice in Commerce Market, Rabu (24/6). Foto Mesya/JPNN

KFI merekomendasikan perlunya politik anggaran yang jelas dalam program jaring pengaman sosial.

Hal ini penting untuk menciptakan kepastian pasar bagi industri sekaligus memastikan masyarakat rentan memperoleh akses terhadap beras bergizi.

"Penguatan ekosistem juga perlu dilakukan melalui fasilitasi hulu-hilir, mulai dari pengembangan industri kernel beras fortifikan, penguatan penggilingan, perdagangan beras fortifikasi, hingga distribusi untuk program pemerintah dan pasar komersial," ujarnya.

KFI juga mendorong penerapan secara bertahap di wilayah prioritas, terutama daerah dengan kasus stunting tinggi dan daerah yang dinilai lebih siap, seperti Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Dengan dukungan regulasi, pembiayaan, produksi, distribusi, riset, serta edukasi publik, fortifikasi beras dinilai dapat menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat Indonesia. (esy/jpnn)


Direktur Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI), Dra Nina Sardjunani MA, mengatakan, fortifikasi beras jadi investasi strategis mengatasi anemia.


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News