JPNN.com

Gandeng PUSPIPTEK, Kanwil Bea Cukai Banten Bikin Prosedur Ekspor Impor Lebih Efisien dan Efektif

Selasa, 11 Agustus 2020 – 22:32 WIB
Gandeng PUSPIPTEK, Kanwil Bea Cukai Banten Bikin Prosedur Ekspor Impor Lebih Efisien dan Efektif - JPNN.com
Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, Muhammad Aflah Farobi, pada Selasa (11/08). Foto: dok Bea Cukai Banten untuk jpnn

jpnn.com, TANGERANG - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten dan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) bersinergi dalam upaya menciptakan prosedur impor/ekspor yang lebih efisien dan efektif.

Hal ini diungkapkan Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, Muhammad Aflah Farobi, pada Selasa (11/08).

“Sebagai salah satu lembaga pusat penelitian, PUSPIPTEK berinisiatif untuk membangun sistem penanganan barang impor/ekspor tujuan penelitan dan pengembangan ilmu pengetahuan.”

“Bak gayung bersambut, inisiatif PUSPIPTEK disambut positif oleh kami dan pada tanggal 5 Agustus 2020, bertempat di Kanwil Bea Cukai Banten kami adakan pertemuan membahas rencana perjanjian kerja sama (PKS) antar kedua instansi,” kata Aflah.

Masih menurut Aflah, perjanjian kerja sama yang bertemakan Akselerasi Pengembangan Invensi dan Produk Inovasi Melalui Percepatan dan Fasilitasi Proses Kepabeanan dan Cukai ini ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi/Sekretariat Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai di momen Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tanggal 10 Agustus 2020.

Ia pun menyebutkan bahwa melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019, telah diatur tentang pembebasan bea masuk dan cukai barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Ini adalah salah satu upaya dari Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai untuk mendukung program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,”ujarnya.

Ditambahkan Aflah, menurutnya Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai akan memfasilitasi kebutuhan dan aspirasi dari Kementerian Riset dan Teknologi dalam rangka mendukung pengembangan IPTEK Nasional.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
budi