Ganti Strategi, Amerika Pilih Mencekik Iran ketimbang Buang Waktu di Meja Perundingan
jpnn.com, WASHINGTON DC - Pemerintah Amerika Serikat telah memberi tahu sekutu-sekutu politiknya bahwa mereka mengubah strategi menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” Iran secara ekonomi, alih-alih melanjutkan pendekatan sebelumnya berupa aksi militer, CNN melaporkan mengutip pejabat AS, Selasa.
Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan tidak berencana untuk mengadakan perundingan.
Para pejabat Gedung Putih baru-baru ini memberi tahu sekutu-sekutu politik bahwa pemerintah AS mengubah strateginya, dari melancarkan serangan terhadap Iran secepat mungkin menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” negara tersebut, CNN melaporkan.
Pejabat AS mengatakan paket sanksi baru terhadap Iran diperkirakan akan diberlakukan pekan ini, sementara blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap dipertahankan.
Gedung Putih juga dilaporkan khawatir bahwa kesepakatan potensial antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat memperkuat kendali Teheran atas jalur perairan strategis tersebut.
Sejumlah pejabat AS turut meyakini bahwa Oman telah mengambil posisi yang lebih pro-Iran dalam perundingan tersebut, alih-alih bertindak sebagai mediator yang netral.
Adapun Trump sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bermaksud memperpanjang nota kesepahaman dengan Iran, yang masa berlakunya berakhir pada Senin. (ant/dil/jpnn)
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan tidak berencana untuk mengadakan perundingan
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Pakistan Desak AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan
- Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
- Kurs Rupiah Hari Ini Dipengaruhi Data Keuangan Amerika Serikat
- Pasukan AS Hancurkan 5 Kapal Tanker Iran
- Data Terbaru Jumlah Tentara AS Tewas dan Luka-luka
- Pezeshkian Tegaskan Iran akan Terus Melawan hingga Agresor Benar-Benar Menyesal
JPNN.com




