Gas Pol, Rupiah Ditutup Menguat Terhadap USD, Bakal Berlanjut Pekan Depan?
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak menguat 89 poin atau 0,49 persen.
Kurs rupiah ditutup di level Rp 18.022 per dolar AS (USD) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.111 per USD.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan penguatan rupiah dipicu harga minyak mentah yang cenderung menurun seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah dan tanda-tanda peningkatan arus lalu lintas di Selat Hormuz.
“Selat tersebut telah menjadi pusat perhatian pasar minyak karena sebagian besar wilayahnya terblokade sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Sentimen lain, kata Ibrahim, berasal dari keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah yang sesuai perkiraan.
Ketua The Fed Kevin Warsh disebut tidak memberikan sinyal yang jelas mengenai rencana bank sentral tersebut terkait inflasi dan suku bunga.
Namun, keputusan The Fed tersebut tak diambil secara bulat, karena terdapat tiga pembuat kebijakan terlihat mendesak kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang sulit turun.
Kemudian, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan membantu dalam meredakan kekhawatiran mengenai tingginya inflasi dan suku bunga.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak menguat 89 poin atau 0,49 persen.
- Iran-Amerika Tegang, Apa Kabar Kurs Rupiah Hari Ini?
- Rupiah Kembali Melemah Dipincu Ancaman Militer AS
- Rupiah Mulai Membaik Ditopang Data Cadagan Devisa
- Rupiah Menguat Tipis Sore Ini, Perlahan tetapi Pasti
- Alhamdulillah, Sore Ini Rupiah Menguat Terhadap USD
- Efek Geopolitik, Waspada Rupiah Kian Melemah di Hadapan USD
JPNN.com




