Gatot Nurmantyo Tuding TNI Disusupi PKI, Letjen Dudung Beri Jawaban Menohok

Gatot Nurmantyo Tuding TNI Disusupi PKI, Letjen Dudung Beri Jawaban Menohok
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman. Foto/dok: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman angkat bicara menyusul tudingan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Dalam sebuah diskusi berjudul TNI vs PKI, Gatot diketahui menyinggung tentang hilangnya diorama peristiwa G30S/PKI di Museum Darma Bhakti Kostrad.

Eks Pangdam V/Brawijaya itu lantas menuding TNI sudah disusupi oleh PKI mengacu fenomena hilangnya patung diorama tersebut.

Dudung pun menuturkan, memang ada tiga patung yang hilang dalam diorama Itu. Namun, tiga patung tidak dihilangkan TNI secara sengaja.

Adapun tiga patung itu yang hilang yaitu menggambarkan Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD).

Menurut Dudung, patung tersebut diambil oleh penggagasnya yaitu Letjen TNI (Purn) AY Nasution.

"Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan," kata Dudung melalui keterangan pers yang diterima jpnn.com, Senin (27/9).

Eks Pangdam Jaya itu menolak narasi pihak tertentu yang menuding penarikan tiga patung menandakan TNI mulai melupakan pemberontakan G30S/PKI tahun 1965.

Dalam sebuah diskusi berjudul TNI vs PKI, Gatot diketahui menyinggung tentang hilangnya diorama peristiwa G30S/PKI di Museum Darma Bhakti Kostrad.