Gaungkan Revolusi Mental, Menko PMK: untuk Kemajuan Bangsa

Gaungkan Revolusi Mental, Menko PMK: untuk Kemajuan Bangsa
Menko PMK Muhadjir Effendy. Ilustrasi Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gaung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) makin membumi, banyak diimplementasikan di kalangan masyarakat dengan mengubah pola pikir dan kerja yang lebih efektif serta mengeratkan kembali rasa gotong royong yang menjadi warisan leluhur.

Baru-baru ini, Lembaga Seni Budaya, dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Silaturahmi Nasional Budayawan dan Seniman Muhammadiyah dengan tema “Budaya Gotong Royong Menguatkan Seni dan Budaya di Tengah-Tengah Masa Pandemi”.

Dihadiri para seniman dan budayawan Muhammadiyah se-Tanah Air ini merupakan implementasi dari kesepakatan yang dilakukan Muhammadiyah dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Diketahui, Kemenko PMK merupakan poros penggerak GNRM yang dicanangkan pemerintah.

Ketua panitia Kusen menyampaikan kegiatan ini merupakan ajang pertemuan para Seniman dan Budayawan Muhammadiyah di masa pandemi Covid-19 agar makin bersinergi dan bertukar pikiran untuk memajukan bangsa.

"Dengan bergotong royong, kita sama-sama membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik," tutur dia.

Di tempat yang sama, Ketua LSBO PP Muhammadiyah Sukriyanto AR yang ingin menjadikan budaya sebagai sarana dakwah untuk membangun bangsa dan menyebarkan nilai-nilai revolusi mental seperti kejujuran dan gotong royong.

Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah Faozan Amar berharap dengan kegiatan ini Seniman Muhammadiyah dapat menggerakan masyarakar di sekitarnya untuk peduli pada sesama.

Gaung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang digerakan Kemenko PMK makin membumi.