Gaya Komunikasi 'Populis' Presiden Prabowo Menuai Ketidakpuasan Publik
Saat berdiri di podium dalam acara peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta pada 23 Juli, Presiden Prabowo Subianto berhenti sejenak untuk mengomentari naskah pidatonya.
"Jadi ini pidato yang sudah disiapkan, mau dibacakan?" tanya Prabowo sambil mengangkat lembaran naskah pidatonya.
"Jangankan kalian, saya pun bisa tidur di podium," ujarnya.
Prabowo kemudian bergurau jika para penasihatnya sering mengingatkan agar ia tidak keluar dari naskah dan menghindari penggunaan "kata-kata yang keliru" saat menyampaikan pidato.
"Hari ini saya sopan," ujarnya meyakinkan para hadirin.
Tak lama kemudian, Prabowo menuduh sebagian warga Indonesia sebagai "londo ireng."
"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita," katanya.
Menurutnya mereka yang termasuk 'londo ireng' adalah "wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM."
Komentar-komentar Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali dilontarkan saat berpidato memicu perdebatan
- Ekonom Sebut IKN Tidak Perlu Lagi Jadi Program Prioritas Nasional
- PSI Dukung Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo, Dorong Penguatan
- Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
- Pakar Optimistis Target Lifting 610 Barel Per Hari Bisa Dijalankan dengan Baik
- Dominasi Suasana
- PSI Puji Percepatan Swasembada dan Ketahanan Pangan di Bawah Komando Prabowo
JPNN.com




