Gelar Bukber, Bamsoet Ajak Elemen Bangsa Bersatu Hadapi Dampak Perang Iran vs Israel-AS
Bamsoet menuturkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki keunikan sosial yang sulit ditemukan di negara lain.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk Indonesia telah menembus lebih dari 284 juta jiwa pada tahun 2025, dengan mayoritas menjalankan ibadah Ramadan.
Situasi ini menciptakan efek sosial kolektif yang sangat besar, mulai dari meningkatnya aktivitas keagamaan, kegiatan sosial, hingga perputaran ekonomi berbasis UMKM yang melonjak signifikan selama bulan puasa.
“Kalau kebersamaan ini dikelola dengan visi kebangsaan yang jelas, Ramadan dapat menjadi titik temu antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial. Dari pertemuan saat berbuka, bisa lahir gagasan, kolaborasi, dan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI,” kata Bamsoet.
Dia menambahkan konsolidasi kebangsaan selama Ramadan harus diarahkan pada agenda yang lebih substansial.
Bamsoet mendorong agar kegiatan buka puasa bersama diisi dengan dialog produktif tentang pemberdayaan ekonomi rakyat, penguatan toleransi, serta literasi digital agar masyarakat semakin kebal terhadap provokasi yang memecah belah.
“Persatuan bangsa harus dirawat setiap hari. Ramadan memberi kita ruang refleksi dan aksi sekaligus. Jika energi kebersamaan ini dijaga, Indonesia akan semakin kuat menghadapi tantangan global maupun beragam dinamika dalam negeri,” pungkas Bamsoet. (mrk/jpnn)
Ini pesan Bamsoet saat menggelar buka puasa bersama lintas organisasi dan komunitas di Rumah Pergerakan Patiunus Jakarta
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Waka MPR Siap Kawal Percepatan Proyek Irigasi di Sulteng, Anggaran Capai Rp 325 Miliar
- Badan Pengkajian MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila
- FGD di Padang, MPR Soroti Urgensi Amendemen UUD 1945 hingga Tata Kelola Dana Umat
- Budi Muliawan Ajak Generasi Z Menjadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital
- Gelar FGD di Bandung, Badan Pengkajian MPR Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat
- Selat Hormuz Ditutup Lagi, Ini Prediksi Harga Minyak Dunia dan Emas
JPNN.com




