Gelombang Pasang Hantam Majene, Pj Gubernur Sulbar Minta Warga Waspada

Gelombang Pasang Hantam Majene, Pj Gubernur Sulbar Minta Warga Waspada
Arsip Foto/ilustrasi. Wisatawan mengamati gelombang tinggi yang menghempas area pinggir Pantai Glagah di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA /Andreas Fitri Atmoko)

jpnn.com, MAMUJU - Sebanyak empat unit rumah rusak akibat dihantam gelombang pasang air laut di Desa Tammerodo, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Salah seorang warga Hermadi mengatakan kerusakan empat rumah itu sudah dilaporkan kepada pemerintah setempat.

"Untuk saat ini terdapat empat rumah warga yang kami sampaikan kepada pemerintah dalam kondisi rusak berat akibat terjangan gelombang pasang," ucapnya di Majene, Minggu (25/12).

Hantaman gelombang pasang tersebut sempat membuat warga panik sehingga berlarian ke jalan raya untuk menyelamatkan diri.

Sebelum menghantam rumah warga, gelombang pasang air laut lebih dahulu merusak tanggul penahan ombak.

Hermadi menyebut gelombang air laut dari Selat Makassar tampak menakutkan karena tinggi dan kencang, bersamaan dengan air pasang.

"Gelombang datang disertai dengan kencang menghancurkan rumah warga," tuturnya.

Pascakejadian, beberapa warga memilih pergi mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka.

Gelombang pasang menghantam wilayah Majene sehingga merusak empat rumah warga. Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik mengimbau masyarakat waspada.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News