Gelombang Penolakan Membesar, Rencana FIFA Menjual Saham Piala Dunia Terancam Kandas
jpnn.com - Gelombang penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia terus membesar.
Setelah UEFA menyatakan keberatan, kini Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) ikut mengambil sikap serupa.
CONCACAF mempertanyakan alasan FIFA membuka peluang bagi investor swasta untuk memiliki saham dalam aset komersial turnamen.
CONCACAF Ikut Menolak
Konfederasi yang membawahi 41 federasi di kawasan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia itu juga meminta seluruh anggota FIFA mengkaji ulang rencana tersebut.
Menurut mereka, pengembangan sepak bola dunia seharusnya tetap mengandalkan program yang telah berjalan, seperti FIFA Forward.
"Aset paling berharga dalam sepak bola harus tetap menjadi milik keluarga besar sepak bola, bukan pihak lain," demikian pernyataan CONCACAF.
Tinggal Menunggu 10 Suara Lagi
Sebelumnya, UEFA lebih dahulu menyampaikan penolakan terhadap rencana pembentukan FIFAForward Enterprise (FFE), perusahaan yang akan mengelola penjualan saham berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
Infantino membutuhkan dukungan lebih dari separuh dari 211 anggota FIFA agar usul tersebut dapat dijalankan.
Gelombang penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia terus membesar.
- FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina, AFA Siapkan Langkah Perlawanan
- FIFA Sanksi Pemain & Ofisial Timnas Argentina Imbas Keributan Seusai Final Piala Dunia 2026
- Kisah Bangnep Menemukan Panggung di Konten Sepak Bola
- Pernyataan Eks Pelatih Persib Setelah Menerima Bayaran Penuh
- Robert Alberts Bongkar Kronologi Sengketa dengan Persib: Saya Sudah Mengurangi Hak Saya
- FIFA Kirim Surat untuk Persib Bandung, Isinya Bikin Bobotoh Bisa Bernapas Lega
JPNN.com




