Gema Bangsa Ajak Generasi Muda Jadi Subjek Utama Perubahan
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq memotret Resolusi menyongsong tahun 2026 sebagai pijakan ideologis dan moral.
Rofiq mengaku, resolusi ini menjadi kompas bagi seluruh elemen Partai Gema Bangsa dalam mengonsolidasikan kekuatan menuju deklarasi dan agenda politik strategis di masa mendatang.
"Resolusi ini bukan sekadar pernyataan politik. la adalah panggilan moral. Sebuah ajakan untuk kembali pada akar, sekaligus melompat ke masa depan dengan cara yang lebih bijaksana," kata Ahmad Rofiq dalam keterangannya Jumat (26/12).
Resolusi Gema Bangsa memandang desa bukan sebagai wilayah pinggiran, melainkan jantung kehidupan bangsa. Di desa, relasi manusia dan alam masih relatif utuh.
"Di sanalah pangan diproduksi, budaya dirawat, dan kemandirian hidup sosial," tuturnya.
Berikutnya, Partai Gema Bangsa, kata Rofiq, memanifestasikan arah organisasinya melalui paradigma desentralisasi yang menempatkan aspirasi lokal sebagai episentrum pergerakan.
Dengan menjunjung tinggi prinsip demokrasi internal, partai menegaskan bahwa kedaulatan gagasan berakar dari daerah.
Hal ini diwujudkan melalui mekanisme pengambilan keputusan yang berpusat dari bawah. Setiap struktur wilayah diberikan otonomi strategis untuk mengelola organisasi selaras dengan karakteristik sosiokultural lokal.
Deklarasi Partai Gema Bangsa rencananya pada 17 Januari 2026 diproyeksikan menjadi titik tonggak politik dan operasional perjuangan partai.
- 3 Mantan Kader Demokrat di Jabar Resmi Bergabung dengan NasDem
- Refleksi 28 Tahun PAN Berdiri: Meneguhkan Komitmen Spirit Reformasi Menuju Indonesia Maju, Adil dan Sejahtera
- Partai Hanura Siapkan Strategi Khusus Untuk Menggaet Pemilih Generasi Z pada Pemilu 2029
- Sekjen Parpol Koalisi Prabowo Bertemu, Herman Khaeron Ungkap Agenda Besar
- Rio Capella Sebut Partai Hanura Usulkan Perubahan Sistem Pemilu
- Task Force Hanura Targetkan Konsolidasi Organisasi Rampung September 2026
JPNN.com




