Gempa Cianjur: 334 Orang Meninggal Dunia, 8 Warga Belum Ditemukan

Gempa Cianjur: 334 Orang Meninggal Dunia, 8 Warga Belum Ditemukan
Tim SAR gabungan mengevakuasi warga korban gempa Cianjur yang tertimbun longsor di Kampung Cugenang, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022) (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Cianjur mengusulkan perpanjangan masa operasi pencarian selama tiga hari ke depan untuk menemukan warga yang belum ditemukan memasuki hari ke-13 gempa Cianjur, Sabtu (3/12).

Usulan perpanjangan dilakukan lantaran masa perpanjangan ke-2 untuk operasi pencarian korban hilang telah berakhir pada hari ini.

"Kami telah mengusulkan kepada Basarnas untuk diperpanjang lagi selama tiga hari setelah sebelumnya sudah ada dua kali perpanjangan," kata Sekda Cianjur Cecep S. Alamsyah, Sabtu dikutip dari siaran pers BNPB di Jakarta.

Dia menyebut operasi pencarian korban hilang akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan.

Hingga Sabtu (3/12), korban meninggal dunia pascagempa bumi Cianjur bertambah menjadi 334 jiwa.

Pertambahan itu setelah tim SAR gabungan menemukan 3 jenazah, yang mana 2 jenazah ditemukan di Desa Cijedil, dan satu lainnya di kawasan Warung Sate Shinta.

Dengan demikian, total korban yang masih dalam pencarian saat ini tersisa 8 orang.

BNPB juga mencatat jumlah rumah rusak tervalidasi sementara hingga pukul 15.00 WIB hari ini tercatat 35.601 unit dengan rincian rusak berat 7.817, rusak sedang 10.589, dan rusak ringan 17.195.

Korban gempa Cianjur meninggal dunia tercatat 334 orang, sedangkan delapan warga masih belum ditemukan. Operasi pencarian pun diusulkan diperpanjang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News