Sepakat Gencatan Senjata, Trump Desak Iran Hentikan Pungutan Terhadap Kapal Tanker di Selat Hormuz
jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran untuk segera menghentikan praktik penarikan pungutan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Peringatan ini muncul di tengah kesepakatan gencatan senjata bilateral yang baru saja disepakati kedua negara.
Peringatan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, menyusul adanya laporan mengenai pungutan di jalur maritim strategis tersebut.
"Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukan itu dan, jika mereka melakukannya, sebaiknya hentikan sekarang!" tulis Trump, Kamis (9/4).
Pada Selasa (7/4) malam, Trump mengatakan ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran, dan mencatat bahwa Iran juga telah setuju untuk membuka Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di ibu kota Pakistan, Islamabad pada Jumat.
Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian dengan Iran karena kelompok Hizbullah. Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah dicapainya bersama AS.(antara/jpnn)
Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran segera menghentikan praktik penarikan pungutan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean
- Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia
- Siap-Siap! Donald Trump Bakal Tambah Tarif untuk Produk Indonesia
- Rupiah Ditutup Melemah, Besok USD Diprediksi Menyentuh Rp 17.900
- Trump Marah ke Netanyahu Soal Lebanon: Anda Pasti Sudah Ada di Penjara Kalau Bukan karena Saya
- Sebegini Jumlah Kapal Dagang yang Melintasi Selat Hormuz dalam 3 Pekan Terakhir
- Ajukan Syarat Lebih Ketat, Trump Kirim Proposal Baru Akhiri Konflik ke Iran
JPNN.com




