Geopolitik Global Picu Risiko Energi, Davigo Dorong Transisi Motor Listrik
jpnn.com, JAKARTA - Produsen motor listrik, Davigo menanggapi situasi geopolitik global yang terus meningkat dan berpotensi mendorong lonjakan bahan bakar minyak (BBM).
General Manajemen Davigo, Aprizal menyatakan dinamika global yang memengaruhi harga bahan bakar fosil membuat posisi masyarakat menjadi tidak pasti.
Kondisi tersebut diprediksi akan memberikan tekanan tambahan terhadap daya beli masyarakat, serta membengkaknya biaya operasional di sektor transportasi Indonesia.
Oleh karena itu, Aprizal menilai percepatan adopsi kendaraan listrik dapat menjadi solusi jangka panjang dan efisien dibanding kendaraan konvensional.
Kendaraan listrik dianggap sebagai instrumen yang lebih stabil untuk memitigasi risiko ekonomi tersebut.
“Ketika harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global, maka masyarakat Indonesia berada dalam posisi rentan. Motor listrik menjadi solusi untuk memutus ketergantungan tersebut,” ujar Aprizal dalam siaran pers, Jumat (3/4).
Dia menyorot motor listrik menawarkan struktur biaya operasional yang lebih stabil di tengah ketidakpastian energi.
Berdasarkan hitungan perusahaan, biaya pengisian listrik hanya berkisar Rp6.000 untuk penggunaan harian.
Produsen motor listrik lokal, Davigo menanggapi situasi geopolitik global yang berpotensi mendorong lonjakan bahan bakar minyak (BBM).
- Motor Listrik Yadea Tak Hanya Bisa Digunakan di Perkotaan, Tetapi Siap Diajak Touring
- Update Motor Listrik Yamaha di Indonesia, Simak Nih!
- Omoway Ungkap Harga Omo-X di Indonesia, Siap-Siap Terkejut
- Perang AS-Iran Masih Panjang, Purbaya Ungkap Strategi Menekan Impor BBM
- Isu Harga BBM, Teknologi Blue Core Yamaha Jadi Andalan Motor Irit dan Bertenaga
- Produsen Otomotif China Dukung Insentif EV Berbasis Nikel dari Pemerintah
JPNN.com




