Germany Brilliant Peduli Sesama, Salurkan CSR di Desa Adat Sade Lombok Tengah
jpnn.com, JAKARTA - Desa Adat Sade salah satu dusun di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, memiliki sejarah panjang, di mana adat suku Sasak telah berlangsung kurang lebih 1.500 tahun yang lalu.
Dinas Pariwisata setempat pun menjadikan Desa Adat Sade sebagai Desa Wisata karena keunikannya.
Dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri ke Desa Sade terus meningkat.
Apalagi sejak peresmian Bandara Internasional Lombok Praya pada 2011 makin memudahkan wisatawan untuk berkunjung.
Hingga saat ini masyarakat Desa Sade masih melestarikan keunikan adat suku Sasak, seperti bentuk bangunan, tradisi kawin culik, dan masih banyak lagi.
Bangunan-bangunan rumah juga masih terkesan sangat tradisional. Atapnya terbuat dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.
Orang Sasak Sade menamakan bangunannya bale. Dengan keberagaman budaya dan keunikan Desa Adat Sade menjadi destinasi wisata yang menarik.
Sayangnya keindahan dan keunikan Desa Adat Sade hangus terbakar pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Aksi nyata kepedulian sesama, Germany Brilliant gulirkan CSR di Desa Adat Sade, Lombok Tengah.
- Begini Kesiapan Pertamina Patra Niaga Menyambut Kunjungan Delegasi ASCOPE 2026
- Komitmen Bangun Program CSR Berkelanjutan, Finnet Sabet TOP CSR OF THE YEAR 2026
- Eks Pimpinan Ponpes Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Santriwati Terancam 15 Tahun Penjara
- Begini Modus Pelecehan Seksual Abah IM terhadap 16 Santriwati di Lombok Tengah, Alamak
- Eks Pimpinan Ponpes Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Santriwati Diperiksa Polisi, Lihat
- Dukung Asta Cita Indonesia Emas 2045, 61 Perusahaan Raih CSR & PDB Awards 2026
JPNN.com




